Janji Pekerjakan Ribuan Pengungsi, Starbucks Diboikot Pendukung Trump

foto: reuters
0

KONTROVERSI tentang larangan masuknya pengungsi dari tujuh Negara islam ke Amerika Serikat (AS) bak bola salju. Serang menyerang opini antara pendukung Trump dan anti-Trump di media sosial pun terjadi.

Salah satu icon produkuyang tidak setuju dengan perintah ekskutif Trump dalam melarang para pengungsi yang masuk ke AS ialah Starbucks.

Akibatnya, pendukung Trump di media sosial meluncurkan upaya untuk memboikot Starbucks setelah CEO perusahaan itu berjanji untuk mempekerjakan 10.000 pengungsi.

Seperti diketahui, Starbucks memberikan pengumuman resmi bahwa mereka mengkritik Presiden Donald Trump yang menghentikan program pengungsi AS dan memblokir masuknya pengunjung dari tujuh negara dengan mayoritas penduduk Muslim.

Setelah pengumuman itu, banyak pendukung Trump yang menyerukan aksi boikot pada Starbucks. Bahkan boikot terhadap Starbucks pun menjadi tren di Twitter dengan hashtag #BoycottStarbuks.

Dilansir laman Antara, dikatakan bahwa pendukung Trump melakukan pemboitan tersebut. Seperti akun Missouri 4 TRUMP yang mengatakan “Siapa saja yang muak dengan CEO @Starbucks yang mendorong agenda politiknya melalui kopi dan di bawah tenggorokan kita? #BoycottStarbucks

Ada juga yang mengunggah foto tangkapan layar (screenshot) yang menunjukkan konfirmasi penghapusan aplikasi Starbucks yang disertai cuitan “Saya telah menghancurkan “Kartu Gold” @Starbucks, dan saya telah menghapus aplikasinya! #BoycottStarbucks, lebih dari seribu (dolar AS) yang saya habiskan di sana per tahun, tinggal kenangan!”

Beberapa orang mengeluhkan, Starbucks sebaiknya mempekerjakan veteran dari pada pengungsi, namun perusahaan itu sudah memiliki program tersebut yang mempekerjakan veteran dan pasangannya.

Beberapa waktu kemudian, hashtag #DrinkStarbucksToFightBigotry muncul, yang kemudian juga menjadi tren, untuk melawan #BoycottStarbucks.

Salah satunya akun #NoBanNoWall yang berkicau “Saya pikir ini saatnya meminum lebih banyak Starbucks. Mereka membuat penyataan akan mempekerjakan para pengungsi! #DrinkStarbucksToFightBigotry”.

“Mulai besok saya akan bekerja dengan bangga mengenakan apron hijau @Starbucks #DrinkStarbucksToFightBigotry

Bahkan ada netizen pendukung Starbucks yang menulis menggunakan #BoycottStarbucks. “Sangat semangat untuk minum Starbucks #DrinkStarbucks sekarang karena ada #BoycottStarbucks. Artinya antrean lebih pendek! orang rasis pemarah jadi lebih sedikit! pekerjaan untuk pengungsi!

Pasca larangan tersebut, diketahui bahwa kondisi masyarakat dari sosial politik di AS semakin tidak kondusif dan saling menimbulkan pertarungan opini di media sosial. []