ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Janji Bagikan Tanah Negara, Kiai Ma’ruf Dilaporkan ke Bawaslu

0

Advertisements

JAKARTA–Calon wakil presiden (Cawapres) nomor urut 01 Kiai Ma’ruf Amin, dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) atas dugaan pelanggaran kampanye.

Pelapor yang merupakan Tim Advokasi Masyarakat Adil Makmur (TAMAM) menilai Kiai Ma’ruf melanggar aturan kampanye yakni berjanji akan membagikan tanah negara kepada para petani di hadapan ribuan petani di Banyuwangi, saat melakukan safari politik, Kamis (1/11/2018).

“Janji daripada Kiai Ma’ruf Amin sebagaimana penjelasan di media massa yang akan membagikan tanah negara kepada para petani tersebut, maka patut diduga telah melanggar larangan kampanye dan merupakan tindak pidana pemilu,” kata Kasa Hukum TAMAM, Muhammad Akhiri, di kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Selasa (6/11/2018).

Baca Juga: Tanggapi Janji Prabowo, Kiai Ma’ruf: Indonesia Masih Sulit untuk Tidak Impor

Menurut Akhiri, tindakan Ma’ruf tersebut melanggar Pasal 280 ayat 1 huruf J juncto Pasal 521 Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

Related Posts
1 of 16

Pasal tersebut berbunyi, “Pelaksana, peserta, dan tim kampanye pemilu dilarang menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya kepada peserta kampanye pemilu”.

Baca Juga: Sudah Masuk November, Politisi Ini Sarankan Kiai Ma’ruf Tidak Lagi Ikut-ikutan Bahas Mobil Esemka

Akhiri menilai, yang disampaikan Ma’ruf bukan program dia sebagai cawapres, tetapi janji politik. Menurut dia, cawapres boleh saja menyampaikan programnya kepada masyrakat, tetapi tidak boleh menjanjikan sesuatu.

“Program boleh, tapi tidak (boleh) menjanjikan. Artinya yang melanggarnya itu ya menjanjikan itu,” ujar Akhiri.

Dalam laporannya, Akhiri membawa bukti berupa video Ma’ruf Amin saat mengucapkan janji akan membagikan tanah, serta berita media massa yang memuat soal janji Ma’ruf itu. []

SUMBER: KOMPAS

Artikel Terkait :

loading...
loading...

Sponsored

Maaf Anda Sedang Offline