Janganlah Engkau Menjelek-jelekkan Istrimu

Foto: Islamic Blog
0

Oleh: Okeu Suminar
Guru SMK YASRI Bandung
[email protected]

ANGKA perceraian di negeri ini kian meningkat. Data tahun 2013 menunjukkan pengurangan angka pernikahan tapi angka perceraian meningkat dibanding tahun 2012 (nasional.republika.co.id, 14/11/2014). Data ini seharusnya cukup untuk dijadikan pelajaran dan pengalaman bagi keluarga Indonesia untuk membina keutuhan rumah tangga.

Banyak faktor yang mendorong terjadinya perceraian, mulai dari ekonomi, hingga ego masing-masing. Terbukti, kasus perceraian terjadi mulai dari kalangan bawah hingga kalangan menengah ke atas. Apalagi, di kalangan selebriti, perceraian seolah menjadi bagian dari gaya hidup.

Padahal dalam Islam, perceraian adalah perkara yang boleh dilakukan namun sangat dibenci oleh Allah. Belakangan ini, kasus perceraian lebih banyak diajukan oleh istri (nasional.republika.co.id, 7/4/2016). Sangat kecil kemungkinan istri menggugat suami jika istri suaminya tidak bermasalah. Oleh karena itu, termasuk tugas suami untuk berbuat baik kepada keluarganya, terkhusus terhadap istri dan anak.
Rasulullah pernah bersabda, “Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya, dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlaknya terhadap istri-istrinya,” (HR. Tirmidzi).

Suami dan istri hendaknya berlomba-lomba untuk kesempurnaan keimanannya dengan berbuat baik kepada satu sama lain, sehingga akan tercipta suasa cinta penuh kebahagiaan.

Pasangan suami istri yang beriman akan menahan untuk tidak menghina, mencaci, atau mengatakan perkataan yang buruk.

Suatu ketika Rasulullah ditanya oleh seseorang, “Apa hak istri salah seorang di antara kita?” Beliau menjawab, ‘Wa la Tuqobbih (janganlah engkau menjelek-jelekkannya),” (HR. Ahmad).

Jika hal itu dilakukan, maka tidak akan ada tempat bagi egoisme, apalagi buruk sangka yang merupakan akar dari segala keburukan.

Juga pengondisian suasana keimanan di masyarakat yang dibentuk oleh aturan yang diterapkan oleh negara. Kita bukan hanya butuh kuliah saat sebelum menikah, tapi butuh akan aturan yang bisa memupuk keimanan kita. Karena orang yang beriman insyaAllah akan menjaga diri dari apa yang Allah benci, salah satunya perceraian.

Wallahu’alam bish shawab. []

loading...
loading...