ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Jadi Keluarga Allah di Muka Bumi, Mau?

Foto: BuQu Purwakarta
0 518

PURWAKARTA—Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW bersabda bahwa di antara manusia ada yang menjadi keluargaNya—keluarga Allah, demikian pembuka dari Ustdaz Ambya Abu Fathin di acara tahsin bulanan yang diselenggarakan oleh BuQu Purwakarta di Masjid Agung Purwakarta, Ahad (16/4/2017).

“Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan hamba pilihanNya,” (HR. Ahmad).

Pertanyaannya, apakah kita ini termasuk keluarga Allah yang dimaksud? Lalu bagaimana caranya untuk menjadi keluarga Allah?

Menurut trainer Al-Quran Bandung tersebut, yang dimaksud Ahlul Quran itu bukan orang yang sekadar membaca atau menghafalkannya saja.

“Mereka itu, adalah orang-orang yang mengindahkan Al-Quran,” ujar Ustadz Abu Fathin.

Mengamalkan Al-Quran meski belum mampu untuk menghafalnya, lanjut Ustadz Abu Fathin, itulah mereka para ahli Quran.

Lalu, bagaimana caranya untuk menjadi Ahlul Quran—menjadi keluarga Allah di muka bumi ini? Setidaknya ada tujuh tahapan yang bisa dilakukan.

“Pertama, jadilah al-Hafidz. Menjadikan Allah hanya sebagai tujuan hidup,” lanjut Ustadz Abu Fathin, “dengan banyak berinteraksi dengan Al-Quran, semata demi ridha Allah.”

Kemudian lahirkan sikap takwa dan rendah hati, agar Allah memberikan furqan kepada kita. Hal ini sebagaimana sabdanya dalam Surah al-Anfal ayat 29.

“Hai orang-orang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan. Dan kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.”

Lahirkan kerinduan dan rasa cinta yang mendalam terhadap Al-Quran. “Keempat, pahami ayat yang dibaca, amalkan dan ajarkan,”

Sebelum membaca Al-Quran, berdoalah. Berdoalah seperti Nabi Muhammad tatkala menerima wahyuNya, seperti dalam surat Taha ayat 114, “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.”

Tak lupa, jika ingin menjadi keluarga Allah, lanjut Ustadz Abu Fathin, impikan impian yang terbaik bagi kedua orang tua.

”Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Dijawab,”Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an,” (H.R. Al-Hakim).

Terakhir, di acara yang dihadiri ratusan jemaah itu ustadz Abu Fathin berpesan untuk senantiasa menjadikan dzikir dan istigfar sebagai obat penghibur hati dikala futur. []

Comments
Loading...