ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Istri Pembuat Program ‘Lelang Perawan’ Sebut Suaminya Gila Sejak Kalah Pilkada

Foto hanya ilustrasi.
0

Beberapa hari terakhir ini netizen dihebohkan dengan keberadaan sebuah situs yang menawarkan jasa kontroversial, yakni ‘lelang perawan’.

Atas peristiwa di atas, Tim Subdit Cyber Crime Polda Metro Jaya kemudian menangkap Aris Wahyudi, 49, pendiri situs nikahsirri[dot]com, atas tudingan tindak pidana ekploitasi perempuan dan anak serta pornografi.

Aris, warga Perumahan TNI AU Angkasa Puri, Jatiasih, Kota Bekasi, ditahan di Mapolda Metro Jaya dijerat UU Pornografi dan UU ITE dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

Namun terkait penangkapan tersebut, Rani –istri Aris- mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa suaminya itu mengalami gangguan kejiwaan.

Menurut Rani, Aris telah mengalami gangguan kejiwaan usai kalah dalam Pilkada Banyumas, Jawa Tengah, 2008 lampau.

“Suami saya sudah gila sejak kekalahan Pilkada 2008 di Banyumas,” kata Rani di Bekasi, lansir Merdeka, Senin, (25/9/2017).

Semenjak kekalahan di Pilkada itu, ungkap Rani, Aris membuat buku-buku kontroversial.

“Dari semenjak kekalahan Pilkada 2008 di Banyumas, beliau itu mengeluarkan buku ingin bergabung dengan Amerika, keluarkan buku lagi atas nama Komando, sampai terakhir beliau bikin situs ini dan deklarasi mengundang wartawan,” ujarnya.

Sejak diluncurkan pada 19 September lalu oleh tersangka Aris Wahyudi alias AW, portal nikahsirri[dot]com telah memiliki 3 ribu member yang terdiri dari klien dan mitra.

Sementara itu Direktur Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan mengatakan, bahwa pelaku pembuatan situs ini diduga lebih dari satu orang. Hal ini didapatkan dari hasil keterangan tersangka.

“Tentunya tersangka tidak bisa bekerja sendiri karena hal itu muncul dari keterangan tersangka sejak situs ini terpublish, launching maka tersangka ini banyak sekali mendapatkan permintaan-permintaan untuk melakukan wawancara dari beberapa media,” ujarnya di Polda Metro Jaya, Senin (25/9/2017).

Dia menambahkan, Aris diduga tidak dapat mengoperasikan situs itu sendiri. Alasannya dalam mengelola situs tersebut diperlukan kerjasama.

“Tidak bisa (sendiri) kelola situs dengan baik. Makanya saya yakin bahwa pergerakan situs ini ruang lingkup aktivitas situs ini akan melibatkan pihak pihak lain,” ujarnya.

Sementara itu mengenai upaya polisi untuk menguji kejiwaan suaminya, disambut baik oleh Rani. Sebabnya, selama ini kejiwaan Aris belum pernah diperiksakan.

“Ya, saya setuju-setuju saja. Mungkin bisa jadi karena beliau 90 persen dia normal kalau lagi bareng-bareng. Mungkin 10 persen dia emang gila,” ucap dia.

Rani pun menduga saat membuat dan meluncurkan situs itu, suaminya dalam dalam keadaan tidak sadar.

“Saya, atas nama keluarga meminta maaf atas perbuatan suami,” kata istri Aris, Rani kepada wartawan di kediamannya. []

loading...
loading...