ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Islam Tolak Rasisme

0

Oleh: Wisnu Prabowo
Penulis adalah Ketua Media Dakwah Bogor Bertauhid

 

Praktek rasisme telah ada sejak manusia belum mendiami bumi. Pengusungnya adalah iblis yang merasa superioritas fisiknya mengungguli kemuliaan manusia. Ideologi race supremacy ini berbuntut penolakan terhadap Perintah Allah dan berujung pada pengusiran dan kutukan abadi.

“Aku lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan aku dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”. (QS. Al A’raf: 12).

Ibu persusuan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah seorang wanita berkulit gelap dari Habasyah (Ethiopia), Ummu Aiman binti Tsa’labah. Beliau merawat Rasulullah sejak kecil bahkan turut andil dalam beberapa peperangan dengan tugas memberi minum pasukan dan mengobati mereka yang terluka.

Sedangkan putra Ummu Aiman bernama Usama bin Zaid. Saat ia berusia 17 tahun, Rasululah menunjuknya menjadi panglima perang. Usamah adalah seorang pemimpin ekspedisi militer termuda yang mungkin pertama dan satu-satunya dalam sejarah. Sebagaimana ibundanya, Usamah bin Zaid berkulit hitam.

Kemudian Mihjah bin Salih, ia tergolong sahabat Nabi yang pertama-tama masuk Islam. Mihjah juga berkulit gelap dan sebelum Umar membebaskannya. beliau adalah seorang budak. Imam Thabari mengatakan beliau adalah sahabat pertama yang syahid dalam Perang Badar.

Adapun Bilal bin Rabbah, kedudukannya dalam Islam telah masyhur. Cukuplah sebuah hadis dari Nabi sebagai hujjah, “Sesungguhnya tadi malam aku mendengar suara terompahmu di depanku di surga.” (HR. Muslim). Lantunan adzan Bilal terus menggema silih berganti sejak 15 abad silam sampai hari ini di seluruh penjuru bumi, lima kali sehari.

Rasulullah pernah berkata, “Orang kulit hitam yang terbaik ada tiga, yaitu Bilal, Luqman (di surat Luqman), dan Mihja.” (Al-Hakim dalam Al-Mustadrak, dishahihkan As-Suyuti di Al-Jami As-Saghir).

Insan-insan mulia tersebut tidaklah mulia atau hina karena warna kulit atau nasabnya. Allah mengangkat derajat mereka karena apa yang ada di dalam hati mereka. Namun betapa banyak kulit yang lebih terang dan gelar kebangsawanan justru menjadi petaka di dunia dan Akhirat.

Abu Lahab dan Abu Jahal memang bukanlah budak hitam. Bahkan keduanya memiliki banyak anak, kekayaan, dan nasab tinggi, tiga faktor yang membuat kedudukan seseorang mulia pada saat itu di Hijaz. Akan tetapi kekufurannya membawa pada malapetaka di dunia dan Akhirat.

”Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kalian, juga tidak kepada harta kalian, akan tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian”. (HR. Muslim).

Di dalam Al Quran pula Allah mengharumkan dan mengabadikan nama Luqman al Hakim, seorang budak dari Ethiopia berkulit hitam bertabur hikmah. (Zaadul Masiir, dari Ibnu Abbas dan bin Sa’id Al Musayyib).

Sejak awal kemunculannya 15 abad silam, rasisme tidak memiliki tempat dalam Islam. Anti rasisme dalam Islam bukan sebatas slogan atau kampanye saja, para penghulu umat ini telah mencontohkannya dengan sempurna sebagai teladan bagi dunia. Wallahu a’lam. []

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun
loading...
loading...