ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Inilah Sederet Nama dalam Tim Advokasi dan Hukum Kedua Pasang Capres-cawapres di Pilpres 2019

0

Advertisements

KEDUA pasangan calon presiden dan wakil presiden di Pilpres 2019, Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, telah membentuk tim advokasi dan hukum. Beberapa tokoh yang kompeten berhasil direkrut oleh kedua kubu pasangan capres-cawapres tersebut.

Tim advokasi dan hukum itu dibentuk khusus untuk memberikan bantuan hukum selama masa pemilu berlangsung.

BACA JUGA: Ini Alasan Kubu Jokowi Jadikan Yusril sebagai Kuasa Hukumnya

Siapa saja pakar hukum yang masuk dalam tim advokasi dan hukum baik di kubu capres –cawapres nomor urut 01 maupun capres-cawapres nomor urut 02? Berikut ini ulasannya.

1. Ansori Sinungan

Ansori Sinungan adalah mantan anggota Komnas HAM. Dia meraih gelar Sarjana Hukum (S.H.) dari Universitas Indonesia pada tahun 1983. Sedangkan gelar Lex Legibus Magister (LL.M.) diperolehnya dari Sekolah Hukum Universitas Illinois pada tahun 1989. Sementara gelar doktornya dari Universitas Indonesia pada tahun 2009. Di Pilpres 2019, dia menjadi anggota tim advokasi dan hukum Prabowo-Sandi.

2. Ade Irfan Pulungan

Ade Irfan Pulungan dikenal sebagai Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah (ACTA), sekaligus Wakil Sekjen Bidang Hukum DPP PPP.

Ade kemudian menjadi ketua dari Tim advokasi Koalisi Indonesia Kerja (KIK) yang merupakan tim kampanye pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Joko widodo-KH Ma’ruf Amin.

Selain dirinya, tim advokasi kubu Jokowi juga diisi oleh seumlah nama, seperti Darul Siska, M. Lukman Edy, I Gusti Putu Artha, Ach Baidowi, Dodi Abdul Kadir, Imam Anshori Saleh, Armyn Gultom, dan Yusuf Lakaseng.

3. Sufmi Dasco Ahmad

Sufmi Dasco Ahmad adalah politisi Gerindra yang menjadi anggota DPR Komisi III yang membidangi Hukum, HAM, Keamanan. Sufmi juga menduduki posisi strategis di Gerindra sabagai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra. Di Badan Pemenangan Nasional (BPN) kubu Prabowo, Sufmi menjabat Direktur Advokasi dan Hukum.

4. Yusril Ihza Mahendra

Yusril Ihza Mahendra ditunjuk menjadi kuasa hukum pasangan calon presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin baru-baru ini. Namun, ketua umum Partai Bulan Bintang (PBB) ini menegaskan, dirinya tidak ikut terlibat dalam Tim Kampanye Nasional Jokowi-KH Ma’ruf.

BACA JUGA: Sikap Politik Bang Yusril dan Nasib PBB

Posisinya dalam tim advokasi dan hukum Jokowi-Ma’ruf dijalaninya sebagai seorang pengacara profesional. Sebab dia adalah seorang pengacara, pakar hukum tata negara, politikus, dan intelektual Indonesia. Sebelumnya, Yusril pernah menjabat Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia dan Menteri Sekretaris Negara Indonesia.

Selain mereka berempat, terdapat pula nama-nama tokoh di bidang hukum yang juga masuk dalam tim advokasi masing-masing capres-cawapres dalam Pilpres  2019.  Mereka adalah Habiburokhman, Said Bahkri, Mulyadi, Benny K. Harman, Ferdinand Hutahaean, Sarifuddin Sudding, Eddy Sudjana, dan Yahdil Abdi Harahap. []

SUMBER: MERDEKA

Artikel Terkait :

loading...
loading...

Sponsored

Maaf Anda Sedang Offline