ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Inilah 2 Penyebab Malas Ibadah yang Harus Anda Ketahui

0 643

SUDAH tahukah apa yang menyebabkan diri malas ibadah? Sebenarnya sanggup sih baca Al-Quraan sehari sejuz, tapi kok malas ya? Mampu bangun shalat tahajud tapi malas melakukannya sekalipun terbangun di sepertiga malam terakhir. Kenapa seperti itu? Mari kita cari tahu penyebabnya:

1. Maksiat

Dosa maksiat yang dilakukan oleh diri kita akan membuat tubuh ini berat melaksanakan ibadah, pikiran dan hati pun akan gelisah dan tidak menemukan kenikmatan ketika beribadah, jadi sekalipun melakukan ibadah, inginnya cepat-cepat  selesai.

Mari kita cek maksiat yang bisa dilakukan oleh anggota tubuh kita, mata berpotensi melakukan maksiat dengan melihat sesuatu yang diharamkan, misalnya melihat aurat wanita yang terbuka, apakah kita suka melakukan hal tersebut? Menikmati aurat orang lain yang tersingkap. Maka hentikan perbuatan ini jika mau diri rajin beribadah.

Selanjutnya, telinga kita, berpotensi maksiat dengan cara mendengar hal-hal yang tak diperkenankan oleh Allah. Misalnya mendengar ghibah, kata-kata makian, perkataan dusta, astaghfirullah… mungkin sering banget ya kita melakukan hal ini. Pantas saja sulit meneteskan air mata ketika mendengar lantunan ayat quran.

Lalu mulut kita, sering bermaksiat membicarakan keburukan orang lain, berkata jorok/ vulgar, menyakiti perasaan orang lain, bagaimanakah kita rajin beribadah ketika setiap anggota tubuh kita banyak melakukan maksiat dan lisan kita jarang beristighfar.

Kalau dibiasakan terus-menerus melakukan maksiat, akibatnya kita akan merasa sangat berat melakukan kebaikan, ibadah wajib maupun sunah.

2. Makanan haram

“Dan Kami nampakkan Jahannam pada bari itu kepada orang-orang kafir dengan jelas. Yaitu orang-orang yang matanya dalam keadaan tertutup dari memperhatikan tanda-tanda kebesaran-Ku, dan adalah mereka tidak sanggup mendengar,” (QS. 18: 100-101)

Makanan haram juga bisa menjadi penyumbat organ tubuh kita dalam melakukan ketaatan pada Allah. Ingat bahwa makanan yang kita konsumsi akan didistribusikan sari-sarinya melalui peredaran darah ke seluruh tubuh, ketika makanan haram sampai ke telinga, maka telinga kita ogah mendengar lantunan ayat, ketika sampai ke mata, mata kita sulit menolak memandang hal yang haram dipandang.

Mari minimalisir maksiat dan senantiasa mengecek status halal makanan yang kita konsumsi. Semoga Allah mengaruniakan kecintaan akan beribadah kepadaNya.[]

Sumber:

 

 

Comments
Loading...