islampos
Media islam generasi baru

Ini Tanggapan MUI soal Video Perusahaan Asing yang Larang Karyawannya Shalat Jumat

0

JAKARTA—Sebuah video larangan shalat jumat untuk karyawan suatu perusahaan yang diunggah di situs berbagi video Youtube, baru-baru ini menjadi viral.

Dalam video berdurasi empat menit itu, berisi percakapan dari pihak PT Indonesia Tshing Shang Stainless Steel (PT ITSS) dan karyawannya yang tengah meminta izin untuk melaksanakan ibadah Shalat Jumat.

Video larangan shalat Jumat tersebut viral di dunia maya setelah seorang pekerja merekam percakapannya dengan atasan PT ITSS terkait larangan shalat tersebut.

Berkaitan dengan viralnya video larangan shalat Jumat karyawan ITSS tersebut, Sekretaris Komisi Dakwah MUI Fahmi Salim turut memberikan tanggapan.

Menurut Fahmi, perusahaan yang bergerak di bidang apa pun, baik Industri, tambang, dan lainnya, harus memberikan dispensasi waktu bagi karyawannya untuk bisa melaksanakan ibadah sesuai dengan ajaran agamanya.

“Sebuah perusahaan, baik lokal, nasional maupun multinasional, dia harus menghormati dong, hak dan kebebasan menjalankan agama,” ujar Fahmi seperti disitat dari Republika, Senin (22/5/2017).

Fahmi sangat menyesalkan larangan tersebut. Kebebasan beragama dan menjalankan ajaran agama adalah Hak Asasi Manusia (HAM) yang sangat fundamental. “Kalau sampai melanggar, itu sangat melanggar (HAM),” jelas Fahmi.

Pelanggaran tersebut, kata dia, termasuk dalam konteks melarang shalat Jumat. Karena, kata dia, Shalat Jumat ada tata tertib tersendiri yang harus dipenuhi dengan cara berjamaah.

“Saya pikir itu harus diberikan pemahaman untuk investor dan calon-calon investor,” ujar Fahmi.

Sementara itu ketika dikonfirmasi, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) yang merupakan induk perusahaan PT ITSS belum memberikan tanggapan terkait viralnya video tersebut. []

loading...
loading...