ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Ini Kenapa Israel Seenaknya Hancurkan Rumah Warga Palestina di Tepi Barat

Foto: memo
0

PALESTINA—11 Agustus 2015 lalu, aparat kemanan Israel menghancurkan 4 rumah milik warga Palestina di wilayah utara Lembah Yordan. Hingga saat sudah tak terhitung berapa rumah milik warga Palestina yang dihancurkan.

Mereka menindas dengan dalih warga Palestina tinggal di wilayah zona militer C, dimana untuk menetap di tempat tersebut harus mendapat perizinan terlebih dahulu dari pemerintah Tel Aviv.

Akan tetapi, tahukah Anda apa yang menjadi dasar hukum bagi Israel dalam menggusur dan merampas tanah milik warga Palestina? Berikut rangkuman penjelasannya.

Perjanjian Oslo yang ditandatangani antara Otoritas Palestina dan pemerintah Zionis Israel pada tahun 1995 di Amerika Serikat, menjadi pijakan hukum bagi Israel untuk mengontrol wilayah Tepi Barat, Palestina.

Dalam perjanjian tersebut, Israel membagi wilayah Tepi Barat menjadi tiga zona, A, B, dan C.

1. Zona A memiliki luas 18% dari total wilayah Tepi Barat sebesar 5.640 kilometer persegi. Di zona ini Otoritas Palestina berhak mengontrol penuh wilayah ini baik secara administrasi ataupun kontrol keamanan.

2. Zona B mewakili 21% dari luas wilayah Tepi Barat sebesar 5.640 kilometer persegi. Di zona ini Otoritas Palestina hanya berhak mengontrol wilayah ini secara administrasi, sedangkan keamanan diserahkan sepenuhnya kepada Israel.

3. Zona C mewakili 61% dari luas wilayah Tepi Barat. Di zona ini Otoritas Palestina tidak berhak mengontrol wilayah ini secara administrasi dan keamanan. Apapun kebijakan yang diambil Otoritas Palestina di wilayah ini harus mendapat persetujuan oleh Zionis Israel.

Secara halus Israel membuat regulasi yang berpihak kepada mereka sendiri, agar tanah Palestina dapat dikuasai sepenuhnya, meskipun dengan melabrak hukum-hukum internasional. []

Pewarta: Ari Cahya.

loading...
loading...