ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Ini Kata FPI soal Yerusalem Dijadikan Ibu Kota Israel

0

JAKARTA-Front Pembela Islam menyatakan sikap atas kebijakan Pemerintah Amerika Serikat melakukan pemindahan kantor kedutaan besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem tersebut jelas jelas merupakan pelanggaran atas Hukum Internasional. 

“Kami menilai secara Hukum Internasional, Yerusalem adalah wilayah yang harusnya berada di bawah kewenangan internasional dan diberikan status hukum dan politik yang terpisah (separated body),” kata Ketua Umum FPI KH. Ahmad Shabri Lubis, S.Pd.l kepada Islampos.com Sabtu (08/12/2017).

Menurutnya, hal ini didasarkan atas Resolusi Majelis Umum PBB Nomor 181 tahun 1947. Resolusi ini juga memberikan mandat berdirinya negara Arab (Palestina) dan negara Yahudi (Israel) yang masing-masing berstatus merdeka.

“Selain itu juga, sikap dan kebijakan Pemerintah Amerika Serikat tersebut melanggar beberapa Resolusi Dewan  Keamanan PBB atas Yerusalem,” terangnya.

Shabri menambahkan, atas berbagai pelanggaran dan pembangkangan berbagai Resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB  tersebut, membuktikan bahwa Pemerintah Amerika Serikat adalah sebuah entitas politik yang mendukung penindasan dan penjajahan serta kezhaliman sebagai sistem.

“Hal itu terlihat dengan dukungan yang terang benderang terhadap rezim apartheid Israel, maka Pemerintah AS adalah pihak yang bertanggung jawab penuh atas berbagai konflik yang terjadi di wilayah Timur Tengah dan menjadikan Amerika Serikat sebagai sasaran yang legal untuk dijadikan target perlawanan politik, ekonomi dan bahkan militer diseluruh dunia,” tegasnya. []

Reporter: Rhio

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun
loading...
loading...