• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Selasa, 16 Desember 2025
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
Tidak ada Hasil
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
Tidak ada Hasil
View All Result
Tidak ada Hasil
View All Result
Islampos
Home Syi'ar Motivasi

Ini Dia, 6 Tips Atasi Trauma Pergaulan (1)

Oleh Aldi Rahadian
7 tahun lalu
in Motivasi
Waktu Baca: 4 menit baca
A A
0
Foto: Mila/Islampos

Foto: Mila/Islampos

1
BAGIKAN

DALAM  empat tahun terakhir, komunikasi saya dan sahabat-sahabat muallaf di Poland dan sekitarnya, terjalin melalui media on-line, terutama buat kelas ‘tazkirah di skype dan Whatsapp’.

Dalam masa tiga tahun terakhir, Allah ta’ala mengirimkan guru-guru baru pula buatku dalam urusan ‘upgrade accupressure’, melalui akupunture tangan (KHT Koryo Hand Teraphy), dalam sesi share parenting nabawi, serta mengulang kelas hafalan dan kelas tafsir quran hadits, terutama ustadz ustadzah saat awal terjun langsung mengurus jenazah muslimah (sejak 2013), dan lainnya. Walhamdulillah di Kuala Lumpur, sahabat-sahabat yang ringan tangan dan senang berbagi ilmu cukup banyak.

BACA JUGA: Kumpulan Hadist Motivasi Kerja

Namun perlu dicatat, ini adalah Negara dengan jumlah WNI perantau terbanyak. Otomatis “pergaulan prosedural” mirip area negeri antah berantah pun, sering dirasakan. Ada banyak ‘majelis ilmu’ yang mudah kita ikuti, ada banyak manusia Indonesia yang mudah bergaul dan mendekat dengan kita, ada pula banyak variasi pengalaman dari hubungan muamalah tersebut. Sehingga ‘tau sama tau’ sudah jadi landasan prinsip ‘urusan sosialisasi’ di antara kita `WNI, ketika menemukan ‘kejaiban’ dalam pergaulan, itulah takdir dan pelajaran buat kita.

ArtikelTerkait

10 Hal yang Harus Selalu Kamu Jadikan Rahasia dalam Hidup

Kuisioner: Seberapa Bugar Tubuh Anda

10 Pilih Mana Dulu?

KUIS: Apakah Saya Orang Overthinking?

Saya memiliki sahabat dengan ragam umur biologis, yang usianya seperti adik saya, sebaya saya, sebaya kakak saya, maupun sahabat yang seusia dengan bapak ibu saya. Berbeda latar belakang dan kondisi berbagai hal yang mereka alami, maka terkadang ada beda pendapat atau saling mengungkapkan perbedaan tradisi dalam keluarga dan sejenisnya.

Namun jika segala urusan pertemanan adalah karena Allah ta’ala semata, maka setiap hari akan bertambah rasa rindu dan hati saling mencinta. Beda ketika hubungan pertemanan diawali oleh kepentingan-kepentingan status dan tujuan-tujuan tertentu, terutama hal hubbudunya, maka setiap perbedaan pendapat bisa menimbulkan beda persepsi, bahkan langsung menjadi jurang pemisah dan kedengkian mendalam. Na’udzubillahiminzaliik, bila dengki menggerogoti hati, kebaikan apa pun yang kita lakukan selalu dipandang sebagai kejahatan bagi pendengki.

Seorang sahabat sholihah menasehati, “Dunia ini panggung sandiwara, mbak… Bersyukur selalu, yang lemah senantiasa dalam perlindungan Allah ta’ala…. kita jangan jadi peran antagonisnya aja, hehehehe… Allah Maha Tahu, maha sempurna balasannya, ya kan mbak?” Alhamdulillah, senang mendengar nasehat tersebut. Tambah lagi seorang teman wartawan mengatakan,”Aiiih elo kayak baru aja jadi WNI?! Emang begitu kalau gaul sama ‘yang matanya bling bling sama sinar binar pangkat jabatan’, serius nih baru sadar?!!!” hihihihi, saya memang baru menyadarinya. Apalagi sepuluh tahun jauh dari kehidupan tanah air, memang membuat saya lupa bahwa negeri antah berantah sudah memproduksi kian banyak pecinta kolusi, faghfirlii…

Dijanjikan berkumpul atau kalian mendapat undangan pukul setengah dua belas siang, lalu secara mendadak acaranya dimajukan, selesainya pukul sebelas. “Dikerjain banget. Di benua lainnya, tidak pernah terjadi hal begini.” Pernah mengalaminya?

Atau ketika janjian pukul sembilan pagi, yang bersangkutan datang pukul setengah sebelas tanpa kata penyesalan sama sekali dengan membiarkan kita menantinya tanpa kabar, pernah mengalaminya? Atau menghadiri sesuatu yang kita kira adalah sebuah acara penting dan merupakan acara yang menghargai keberadaan kita, namun setiba disana~ acaranya adalah sebuah dagelan politik, yang dengan mata kepala penonton hanya bisa mengamati dengan bingung dan ketidak-mengertian yang tak bisa dijelaskan. Pernah mengalami hal ini?

Atau ketika bertanya dianggap mendebat, ketika menjelaskan suatu fakta dianggap perlawanan. Kosa kata halus berhasil menyembunyikan kebohongan, obrolan pada aturan agama dalam satu kalimat lalu dihiasi ghibah beratus kalimat.

Atau saat ‘teman-teman’ berjumpa dan mengulas senyum, namun di belakang telah menikam dengan kata-kata yang jauh berbeda. Atau saat melakukan sesuatu yang terlihat, dikomentari sebagai pencitraan, sedangkan segala aktivitas kebaikan yang sembunyi-sembunyi, kian disikapi sinis dengan ragam wacana buruk.

Bahkan ada hal-hal baik yang kita kerjakan~ diakui karya oleh orang lain, sementara hal-hal buruk yang tak pernah kita kerjakan~ menyebar menjadi gossip tanpa kejelasan siapa angin jahat yang menghembuskannya. Hanya di negeri antah berantah, ada orang yang sibuk menghitung kemana saja si X pergi, kemana saja donasi infaq sodaqohnya, pergi ke masjid berapa kali sehari, belanjaannya apa saja setiap pulang dari pasar, dan berbagai urusan tak penting sedemikian.

Intinya adalah ketika tidak jujur atau kebohongan hadir dalam pergaulan, ini dapat menimbulkan trauma, dan saya pun pernah mengalaminya. Dan berkali-kali lagi, inilah pelajaran hidup, bagian dari takdir yang mesti kita lalui dengan bersyukur. Berikut adalah tips mengatasi trauma dalam pergaulan :

1. Perbanyak istighfar, astaghfirrulloh… mari hiasi hari dengan sayyidul istighfar, resapi maknanya dengan mendalam. Bahwa kita adalah hambaNya yang ridho atas apa pun pemberianNya, kesenangan dan kesedihan adalah kiriman cintaNya, bahwa segala sesuatu ada hikmahnya. Bermohon ampun dan bersujud mencurahkan perasaan kepada Allah ta’ala, pasti menenangkan diri, sudah pernah mengalaminya? 😉
“..dan boleh jadi kamu benci kepada sesuatu padahal ia baik bagi kamu dan boleh jadi kamu suka kepada sesuatu padahal ia buruk bagi kamu. Dan (ingatlah), Allah jualah Yang mengetahui (semuanya itu), sedang kamu tidak mengetahuinya.” (QS. Al-Baqarah:216)

2. Apresiasikan harimu saat ini! Peristiwa traumatis cenderung membawamu kepada masa lalu, masa dimana ‘kita baru saja mengalami kejadian yang tidak mengenakkan tersebut’. Heloooo, hari ini sangat indah, matahari bersinar cerah, langit biru, awan berarak putih, kita punya nafas dan masih dapat berdiri menyaksikan keindahan alamNya, Alhamdulillah! Kita mesti membawa jiwa raga berada pada rasa syukur menyambut hari ini, ini adalah hari barokah yang merupakan kesempatan dalam menambah amal kebaikan.

Cara untuk mengatasi trauma hari kemarin adalah dengan melihat diri kita sekarang, dimana kita duduk, lihat kanan kiri, di depan dan persekitaran jendela kita, Alhamdulillah bahwa mata kita dapat melihat dengan jelas atas peristiwa hari ini. Dengan begitu rasakan “bye-bye masa lalu..” tersebut. Kencangkan ikrar dalam nurani, “Thankyou Allah! Terima kasih duhai ilahi Robbi…” []

BERSAMBUNG

(@bidadari_Azzam, KL, Dzulqo’dah 1437h)

Tags: motivasi
ShareSendShareTweetShareScan
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pembelanjaan Keluarga Muslim, Begini Aturannya (2-Habis)

Next Post

Ini 5 Fakta terkait OTT Suap Dana Rehabilitasi Gempa Lombok

Aldi Rahadian

Aldi Rahadian

Terkait Posts

Korea Selatan, Rahasia

10 Hal yang Harus Selalu Kamu Jadikan Rahasia dalam Hidup

6 Juli 2025
Arti mimpi gigi copot, sendi manusia, Kesalahan Sebelum Menikah, keutamaan bersabar, , Doa Ketika Dipuji Orang Lain, Ciri Orang yang Ikhlas, Jenis Kesabaran, kuisioner

Kuisioner: Seberapa Bugar Tubuh Anda

26 Juni 2025
Ilmu, Ilahi Rabbi, sabar, manusia hebat, tingkatan sabar, Hal yang Harus Dihindari saat Hadapi Masalah, Kelelahan yang Disukai oleh Allah SWT, Cinta yang Harus Dihindari oleh Seorang Muslim, Cara Atasi Nafsu Syahwat, Niat, ujian hidup, Amalan yang Tak Terputus, Letak Kebahagiaan, Sabar, Cara Sehat ala Rasulullah, musibah, Orang Baik,Renungan Akhir Tahun, Obat Penyakit Hati, Cara Kendalikan Nafsu Syahwat, Sabar, pertanyaan dengan jawaban tidak terduga, Pertanyaan,, Pengetahuan Islami, pilih

10 Pilih Mana Dulu?

16 Juni 2025
Perilaku Aneh, Overthinking

KUIS: Apakah Saya Orang Overthinking?

29 Mei 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

Oleh Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

Oleh Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

Oleh Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

Oleh Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999! 1

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

Oleh Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

MasyaAllah, Inilah 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan beserta Artinya

Oleh Haura Nurbani
24 Agustus 2023
0
Hukum Mengubur Ari-ari Bayi, Fakta Bayi Baru Lahir, ASI, ciri bayi cerdas, nama, Nama Anak Perempuan, Hukum Bayi Tabung dalam Islam, Doa ketika Melahirkan

Nama Sahabiyat adalah nama wanita-wanita agung yang dikaitkan dengan Nabi Muhammad dalam menyebarkan Islam bersamanya.

Lihat LebihDetails

21 Sifat Manusia Menurut Al Quran

Oleh Laras Setiani
17 Oktober 2019
0
ilustrasi.foto: kiblat

Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya; kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya...

Lihat LebihDetails

Khutbah Jumat – Bahaya Tasyabuh dengan Tradisi Non-Muslim

Oleh Sodikin
27 Desember 2019
0
Ilustrasi. Foto: Tribun

Dengan pengetahuan kita tentang bahaya Tasyabbuh, akan menyadarkan kita pentingnya membangun rasa percaya diri sebagi seorang muslim

Lihat LebihDetails

12 Ayat Al-Quran tentang Istiqamah, Dapat Memotivasi Kita

Oleh Sufyan Jawas
31 Oktober 2021
0
Hadist Nabi Tentang Ikhlas

ayat Al-Quran Tentang Istiqamah

Lihat LebihDetails

Jawab 20 Pertanyaan tentang Islam Ini, dari yang Paling Mudah sampai yang Agak Sulit

Oleh Dini Koswarini
2 Mei 2025
0
Teka Teki Fiqih, Pertanyaan, Pertanyaan tentang Islam

Berikut 20 soal pilihan ganda bertema Islami, disusun dari tingkat mudah hingga sulit, lengkap dengan jawabannya,

Lihat LebihDetails
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

Tidak ada Hasil
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.