ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Ini Alasan Raja Juli Sebut Mesin Politik Prabowo-Sandi akan Mati Total

0

Advertisements

Sekjen PSI Raja Juli Antoni memprediksi bahwa mesin politik pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga akan mati total. Ada berbagai alasan yang dia kemukakan.

“Mesin politik Prabowo-Sandi akan mati total. Tidak ada partai kecuali Gerindra yang serius memenangkan Prabowo-Sandi,” ujar Sekjen PSI Raja Juli Antoni, Kamis (11/10/2018).

Pria yang akrab disapa Toni ini juga mengungkapkan beberapa alasan yang dapat membuat mesin politik Prabowo-Sandi mati total. Pertama, kata dia, dilihat dari bagaimana Demokrat yang seperti bermain dua kaki dalam Koalisi Indonesia Adil dan Makmur itu.

BACA JUGA: Prabowo akan Jemput Habib Rizieq jika Belum Pulang sebelum Pilpres

“Demokrat sudah mengizinkan kadernya untuk main dua kaki,” ucap Toni.

Tak hanya itu, ia juga mengingatkan soal pernyataan Sekjen PAN Eddy Soeparno soal banyaknya caleg yang mengaku tidak bisa mengkampanyekan Prabowo-Sandi di dapilnya. Menurut Toni, hal itu jadi alasan tambahan mengapa mesin politik Prabowo-Sandi bisa mati total.

“Sekjen PAN juga mengakui Caleg mereka tidak mau mengkampanyekan Prabowo-Sandi,” tuturnya.

Prediksi Toni diambil dari kisruhnya penentuan kursi Wagub DKI sepeninggalan Sandiaga Uno antara PKS dan Gerindra karena ada indikasi akan kembali jatuh ke kader Gerindra.

PSI pun menilai ada indikator lain yang dapat membuat mesin politik penantang Joko Widodo-Ma’ruf Amin tersebut mati. Toni menilai Prabowo tak lagi punya kepercayaan diri besar menghadapi Pilpres.

“Pak Prabowo tidak punya kepercayaan diri lagi nampaknya untuk kampanye ke daerah-daerah,” sebutnya.

BACA JUGA: Dianggap Diperalat untuk Kepentingan Pilpres 2019, Ini Bantahan KH Maruf Amin

Sebelumnya PKS bicara soal potensi matinya mesin partai untuk Prabowo-Sandi andai tak dapat posisi Wakil Gubernur DKI. Ini lantaran Ketua DPD Gerindra DKI M Taufik bersikeras memperebutkan kursi Wagub DKI meski PKS mengklaim sudah mendapat komitmen dari Prabowo bahwa PKS mendapat jatah posisi DKI-2 sepeninggalan Sandiaga.

“Jadi mesinnya partai itu kan kader. Kalau kadernya kecewa, dia akan mengekspresikannya berbeda. Kekecewaan itu sudah terasa di bawah. Kalau kader pada kecewa, otomatis mesin partai mati, tuh. PKS kan partai kader,” kata Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Abdurrahman Suhaimi. []

SUMBER: DETIK

Artikel Terkait :

loading...
loading...

Sponsored

Maaf Anda Sedang Offline