islampos
Media islam generasi baru

Ini 5 Sifat Suami yang Sering Membuat Istri Kesal

Foto: Muslim Marriage Guide
0

Dalam berumah tangga perbedaan sikap dan pemikiran antara suami istri itu wajar terjadi. Seringkali kita dihadapkan pada sikap pasangan yang membuat kita jadi kesal sendiri. 

Suami dan ketidakpekaannya, seringkali membuat dongkol istri. Sementara istri ingin sekali dipahami perasaannya tanpa harus mengungkapkan apa yang mengganjal di hatinya. Biasanya jika jengkel dengan sikap suami, istri justru memilih mendiamkan. “Biar dia paham sendiri,” begitu kilah para istri.

Umumnya suami memang memiliki tingkat kepekaan yang rendah sekali. Tapi dua hal yang harus dipahami istri. Tidak peka bukan berarti dia tidak perhatian. Bukan pula dia tidak peduli. Istri sebagai makhluk verbal seharusnya lebih terbuka untuk memberi masukan kepada suami. Apa yang membuat sebal, ungkapkan.

Lima sikap suami ini seringkali membuat kesal istri. Apa saja itu?

1. Tidak pamit ketika hendak keluar rumah karena berdalih cuman keluar sebentar atau dekat rumah.

Bukan sekali atau dua kali, istri jadi bingung sendiri ketika hendak membutuhkan bantuan suami atau mungkin ada orang yang mencari suami, sementara keberadaan suaminya tidak diketahui. Mau dihubungi, eh HP-nya ada di rumah. Menandakan jika suami hanya keluar sebentar, tapi sukses bikin istri jadi kebingungan ke mana harus mencari suaminya.

2. Tidak kunjung mengabari istri jika sudah sampai tujuan.

Seringkali suami itu tidak peka jika dia dikhawatirkan istri terutama saat suami dalam perjalanan pergi ke suatu tempat. Pesan istri yang menanyakan apakah sudah sampai, tak kunjung dibalas, bahkan dibaca pun tidak. Alasannya karena sibuk. Padahal hanya balasan satu kata pun, itu sudah cukup membuatnya tenang ketimbang tak kunjung ada kabar.

3. Ketika hendak pergi ke acara keluarga, istri sudah rempong dandanin anak-anak, begitu suami sudah siap, dengan entengnya berkomentar, “Lama amat sih? Buruan cepat!”.

Saat pergi ke acara keluarga atau kondangan, biasanya istrilah yang paling rempong sendiri. Dari memilihkan baju suami, mandiin anak-anak, dandanin, dan terakhir mengurus diri sendiri. Yang kadang bikin kesal, suami yang sudah siap dengan entengnya berkomentar, “Lama amat sih? Buruan cepat!” ketika mendapati istrinya tengah sibuk berdandan di depan meja rias.

Padahal, sebelum berhias diri, dia sudah disibukkan dengan mengurus anak-anaknya terlebih dahulu. Belum nanti jika anaknya harus ada drama rewel dulu. Karena diburu waktu ditambah sungutan suami yang meminta cepat, seringkali istri hanya bisa dandan ala kadarnya dengan hijab instan atau pashmina instan.

4. Ketika dimintai pertimbangan, jawabnya “Terserah kamulah”.

Suami memang dikenal irit bicara. Beda dengan istri yang bisa berbicara 20 ribu kata dalam sehari. Nah, yang paling bikin sebal ketika istri meminta pertimbangan, suami hanya menanggapi, “Terserah kamulah”. Mungkin jawaban suami ini boleh jadi karena berdasar pengalaman. Betapapun ingin meminta pertimbangan, ujung-ujungnya istrinya malah tidak sepakat dengan pilihan suami. Misalnya saat istri menanyakan baju yang mana yang cocok untuk dipakai kondangan, apakah yang ini atau yang itu. Pas suami pilih yang ini, eh istri malah protes, “Kok yang ini sih, Mas? Bukannya bagusan yang itu.” Wajar jika pada akhirnya suami hanya bilang “terserah kamu”. Tapi mendapat jawaban seperti ini tetap tidak melegakan istri, justru dia jadi sebal sendiri.

5. Interaksi Sosial oleh istri di media sosial tapi hanya berakhir diabaikan.

Biasanya jika ada status atau link artikel yang isinya menyuarakan harapan istri kepada suaminya, para istri akan berbondong-bondong membagikan tulisan tersebut di media sosial. Tak lupa, dia akan menandai akun media sosial milik suami atau nyolekin nama suami di komentar. Berharap suami mau membaca, agar tulisan yang secara tak langsung mewakili suara hatinya itu didengar oleh suami. Sayangnya, berkali-kali colekan dan tag istri hanya berakhir diabaikan.

Jangankan berkomentar, dibaca pun tidak. Pas sudah ketemu di rumah, ditanyain apakah sudah baca, eh suami malah menyuruh menceritakan intinya. Hihihi, sabar ya, istri. Jika artikel ini juga menyuarakan hatimu, silahkan sodorkan ke suami. Kalau suami meminta untuk menceritakan isinya, tak apalah. Demi perubahan sikap suami agar lebih peka memang harus ada sedikit perjuangan.[]

 

Sumber:Isnaini S Ibiz, seorang ibu rumah tangga yang senang menulis di blog dan media sosial.

loading...
loading...