• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Rabu, 17 Desember 2025
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
Tidak ada Hasil
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
Tidak ada Hasil
View All Result
Tidak ada Hasil
View All Result
Islampos
Home Tsaqofah Dunia Ghaib

Ini 5 Perkara yang Terus Bermanfaat Meski Seseorang telah Wafat

Oleh Sodikin
5 tahun lalu
in Dunia Ghaib
Waktu Baca: 4 menit baca
A A
0
Ilustrasi. Foto: weneedfun

Ilustrasi. Foto: weneedfun

0
BAGIKAN

KETIKA manusia wafat, maka terputuslah semua amalan yang telah ia lakukan selama di dunia. Harta, keluarga, sahabat, anak istri tak ada satu pun yang akan menemaninya ke alam kubur. Hanya amal shalih yang akan menjadi teman satu-satunya ketika seseorang wafat.

Namun karena kemurahan dan karunia dari Allah SWT, seseorang yang sudah wafat masih bisa menikmati manfaat dari sebagian amalan yang dahulu pernah diamalkannya ketika di dunia. Dia juga bisa mendapatkan manfaat dari sebagian amalan orang-orang yang masih hidup.

BACA JUGA: Wasiat Nabi Sebelum Wafat

Berikut beberapa perkara yang akan terus bermanfaat bagi orang yang telah wafat:

ArtikelTerkait

Apakah Jin Termasuk Jenis Malaikat?

Benarkah Hantu Itu Tidak Ada? Apa Buktinya?

Kenapa Ada Orang yang Mau Santet Orang Lain?

Santet, Kenapa Diharamkan dalam Islam?

1 Sedekah atas nama orang tua

Para ulama menjelaskan bahwa semua amalan kebaikan yang dikerjakan oleh seorang anak akan memberikan manfaat untuk kedua orang tuanya. Orang tua akan mendapatkan pahala sebesar pahala yang diperoleh anaknya. Sebab, anak adalah hasil usaha kedua orang tua.

Allah SWT berfirman,

وَأَن لَّيۡسَ لِلۡإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ

“Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya.” (QS. an-Najm: 39)

Rasulullah SAW bersabda,

إِنَّ أَطْيَبَ مَا أَكَلَ الرَّجُلُ مِنْ كَسْبِهِ، وَوَلَدُهُ مِنْ كَسْبِهِ

“Makanan terbaik bagi seseorang adalah yang berasal dari hasil usahanya; dan anaknya juga termasuk hasil usahanya.” (HR. Abu Dawud, an-Nasai, dan at-Tirmidzi; dinilai kuat oleh Syaikh al-Albani rahimahullah, sebagaimana dalam Ahkamul Jana’iz)

Ada beberapa hadits lain yang mendukung makna hadits ini, di antaranya

Dari Aisyah ra,

أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ: إِنَّ أُمِّي افْتُلِتَتْ نَفْسُهَا وَأَظُنُّهَا لَوْ تَكَلَّمَتْ تَصَدَّقَتْ، فَهَلْ لَهَا أَجْرٌ إِنْ تَصَدَّقْتُ عَنْهَا؟ قَالَ: نَعَمْ

Ada seorang laki-laki berkata, “Ibuku meninggal tiba-tiba (dan belum sempat berwasiat). Aku mengira, jika ia masih sempat berbicara, tentu dia akan bersedekah. Apakah dia akan mendapatkan pahala jika aku bersedekah atas namanya?”

Rasulullah menjawab, “Ya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dari Ibnu Abbas ra

أَنَّ سَعْدَ بْنَ عُبَادَةَ تُوُفِّيَتْ أُمُّهُ وَهُوَ غَائِبٌ عَنْهَا فَأَتَى رَسُولَ اللهِ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، إِنَّ أُمِّي تُوُفِّيَتْ وَأَنَا غَائِبٌ عَنْهَا فَهَلْ يَنْفَعُهَا إِنْ تَصَدَّقْتُ عَنْهَا؟ قَالَ: نَعَمْ. قَالَ: فَإِنِّي أُشْهِدُكَ أَنَّ حَائِطِي الْمَخْرَفَ صَدَقَةٌ عَنْهَا

Ibu Sa’d bin Ubadah—saudara Bani Sa’idah—meninggal ketika Sa’d sedang tidak berada di rumah. Dia pun mendatangi Rasulullah SAW dan berkata, “Wahai Rasulullah, ibuku telah meninggal ketika aku sedang tidak berada di sisinya. Apakah akan bermanfaat baginya jika aku bersedekah atas namanya?”

Rasulullah SAW menjawab, “Ya.”

Sa’d pun menimpali, “Persaksikanlah bahwa kebunku yang sedang berbuah adalah sedekah atas namanya.” (HR. Muslim)

Imam asy-Syaukani rah berkata, “Hadits-hadits dalam bab ini menjelaskan bahwa sedekah seorang anak akan bermanfaat bagi kedua orang tuanya yang telah meninggal meskipun tidak ada wasiat dari keduanya.” (Lihat Nailul Authar)

2 Pembayaran utangnya meskipun bukan ahli warisnya yang melakukannya

Seseorang diperbolehkan membayarkan utang orang lain yang telah meninggal walaupun ia bukan termasuk kerabatnya; dan si mayit akan teranggap bebas dari beban utang tersebut. (Lihat Ahkamul Jana’iz, hlm. 212—226)

Syaikh Shalih al-Fauzan berkata,

“Orang yang telah meninggal masih bisa mendapatkan manfaat dari amalan yang dilakukan oleh orang yang masih hidup, pada perkara-perkara yang ditunjukkan oleh dalil. Misalnya, doa orang yang masih hidup, permintaan ampun yang ditujukan kepadanya, sedekah atas namanya, haji dan umrah atas namanya, pembayaran utang-utangnya, dan penunaian wasiat-wasiatnya. Semua perkara tersebut adalah disyariatkan, sebagaimana telah ditunjukkan oleh dalil.

Sebagian ulama memasukkan semua bentuk taqarrub (ibadah) yang dilakukan oleh seorang muslim dan yang diperuntukkan pahalanya bagi muslim lain yang masih hidup ataupun telah mati, ke dalam perkara ini—yakni yang pahalanya akan terus mengalir.

Namun, pendapat yang sahih (benar) adalah pendapat yang mencukupkan (amalan) yang ada dalam dalil saja. Perkara yang terdapat dalilnya telah mengkhususkan keumuman firman Allah subhanahu wa ta’ala,

وَأَن لَّيۡسَ لِلۡإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ

“Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya.” (an-Najm: 39) (Lihat Fatawa ‘Aqidah, hlm. 48—49).

3 Ilmu yang bermanfaat

Ilmu yang bermanfaat yang telah ia ajarkan kepada orang lain, akan terus mengalirkan pahala untuknya walaupun ia telah meninggal, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits di atas. Selain hadits di atas, Rasulullah SAW juga menjelaskan dalam sabdanya,

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنْ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا

“Barang siapa mengajak kepada petunjuk (kebaikan), dia akan mendapatkan pahala sebesar pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.” (HR. Muslim, dari Abu Hurairah radhiallahu anhu)

Beliau SAW juga bersabda,

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

“Barang siapa mengajarkan suatu kebaikan, dia akan mendapatkan (pahala) sebesar pahala orang yang telah melakukannya.” (HR. Muslim, dari Jarir bin Abdillah ra)

BACA JUGA: Agar Pahala Sedekah Utuh Kita Dapatkan, Begini Caranya

4 Doa kaum mukminin

Salah satu yang menunjukkan hal ini adalah ayat Allah SWT,

وَٱلَّذِينَ جَآءُو مِنۢ بَعۡدِهِمۡ يَقُولُونَ رَبَّنَا ٱغۡفِرۡ لَنَا وَلِإِخۡوَٰنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلۡإِيمَٰنِ وَلَا تَجۡعَلۡ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ ١٠

“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa, ‘Wahai Rabb kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Wahai Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.’” (QS. al-Hasyr: 10)

Di antara dalil dalam permasalahan ini adalah disyariatkannya shalat jenazah dan ziarah kubur. Sebab, shalat jenazah itu disyariatkan agar kaum mukminin mendoakan si mayit. Rasulullah SAW bersabda,

إِذَا صَلَّيْتُمْ عَلَى الْمَيِّتِ فَأَخْلِصُوا لَهُ الدُّعَاءَ

“Jika kalian menyalati mayit, ikhlaskanlah doa untuknya.” (HR. Abu Dawud, dari sahabat Abu Hurairah ra)

Beliau SAW juga bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ فَيَقُومُ عَلَى جَنَازَتِهِ أَرْبَعُونَ رَجُلًا لَا يُشْرِكُونَ بِاللهِ شَيْئًا إِلَّا شُفِّعُوا فِيهِ

“Tidaklah seorang muslim meninggal kemudian jenazahnya dishalati oleh empat puluh orang yang tidak berbuat syirik, kecuali mereka akan diizinkan untuk memberikan syafaat kepadanya.” (HR. Muslim)

Demikian juga dengan ziarah kubur, ia disyariatkan agar kaum mukminin mendoakan si mayit.

5 Sedekah jariyah, seperti wakaf dan sejenisnya

Seorang hamba akan terus mendapatkan pahala sedekah jariyah yang pernah ia lakukan ketika di dunia, seperti membangun masjid, pesantren, atau jenis wakaf kebaikan lainnya. Rasulullah SAW bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُهُ

“Jika seseorang meninggal, seluruh amalannya akan terputus, kecuali tiga: sedekah yang terus mengalir pahalanya, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim, dari Abu Hurairah ra). []

SUMBER: ASYSYARIAH

Tags: amaldoaperkarausahaWafat
ShareSendShareTweetShareScan
ADVERTISEMENT
Previous Post

5 Kebiasaan Islami Ini Bisa Jadi Kunci Raih Sukses dalam Hidup

Next Post

Khutbah Jumat – Tempat Perhentian Itu Nyata Adanya

Sodikin

Sodikin

Terkait Posts

Hukum Merokok dalam Islam, Bahaya Rokok bagi Kesehatan, Jin

Apakah Jin Termasuk Jenis Malaikat?

18 Juni 2025
Jin, Hantu

Benarkah Hantu Itu Tidak Ada? Apa Buktinya?

1 Juni 2025
Sihir Pemisah, Santet

Kenapa Ada Orang yang Mau Santet Orang Lain?

2 Januari 2025
Santet

Santet, Kenapa Diharamkan dalam Islam?

1 Januari 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

Oleh Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

Oleh Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

Oleh Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

Oleh Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999! 1

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

Oleh Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

MasyaAllah, Inilah 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan beserta Artinya

Oleh Haura Nurbani
24 Agustus 2023
0
Hukum Mengubur Ari-ari Bayi, Fakta Bayi Baru Lahir, ASI, ciri bayi cerdas, nama, Nama Anak Perempuan, Hukum Bayi Tabung dalam Islam, Doa ketika Melahirkan

Nama Sahabiyat adalah nama wanita-wanita agung yang dikaitkan dengan Nabi Muhammad dalam menyebarkan Islam bersamanya.

Lihat LebihDetails

85 Motto Hidup dari Kutipan Ayat Alquran

Oleh Eneng Susanti
17 Januari 2023
0
motto hidup ayat Alquran, cara menjadikan Al-Qur'an sebagai penyembuh

SAHABAT mulia Islampos, ada banyak pelajaran dan hikmah yang bisa dipetik dari Alquran. Banyak pula kutipan ayat Alquran yang bisa...

Lihat LebihDetails

2 Kaidah Ushul Fikih: Am dan Khas

Oleh Eneng Susanti
23 Januari 2022
0
surat yasin, kaidah ushul fikih, surat alquran untuk memperkuat ingatan, pola narasi dalam alquran

Kaidah ushul fikih, kaidah am dan kaidah khas

Lihat LebihDetails

Manfaat dan Keutamaan Surat Al Balad

Oleh Andre S
7 Januari 2022
0
surat al balad

Surat Al Balad adalah surat yang ke 90, terdiri dari 20 ayat. Dinamakan Al Balad karena diambil dari lafal Al...

Lihat LebihDetails

Berikut 7 Hadist tentang Muamalah

Oleh Sufyan Jawas
25 Oktober 2021
0
Hadist tentang muamalah

Dikutip dari halaman Swm, berikut hadist-hadist tentang muamalah.

Lihat LebihDetails
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

Tidak ada Hasil
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.