Ini 5 Fakta Soal Brigjen Al-Faghm, Pengawal Raja Salman yang Jadi Pusat Perhatian

Foto: Tribun Jatim
0

ARAB SAUDI—Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud akan berkunjung ke Indonesia pada Rabu (1/3/2017) besok, dengan membawa 1.500 delegasi termasuk sepuluh menteri dan 25 pangeran.

Setiap kali kunjungan kenegaraan Raja Salman, kerap didampingi seorang pria gundul, berbadan tinggi tegap, dan mempunyai sorot yang mata tajam. Dia seringkali menjadi perhatian para wartawan saat akan mengambil foto Raja Salman.

Setelah ditelusuri, pria tersebut adalah Brigadir Jenderal Abdul Aziz Al-Faghm. Dia merupakan tentara elit Arab Saudi yang bertugas menjadi pasukan pengamanan Raja Salman.

Thomas Wictor, penulis sekaligus pakar perang dan militer menyatakan bahwa Abdul Aziz Al-Faghm merupakan salah satu tentara di Saudi yang memiliki banyak prestasi.

Berikut ini adalah lima fakta menarik soal Brigjen Al-Faghm menurut Thomas Wictor, seperti dilansir oleh TribunNews, Selasa (28/2/2017).

1. Mulai dari Pilot hingga Penjinak Bom

Al-Faghm tidak hanya mahir soal bertempur di darat, ia juga bisa menerbangkan pesawat maupun helikopter dalam kondisi apapun. Hal itu ditunjukkan dari badge Saudi Air Force pilot’s wings yang dimilikinya. Bahkan, ia mampu menjinakkan bahan peledak, dilihat dari badge penjinak bom yang ia miliki. Semua badge itu ia dapatkan dari pelatihan selama lebih dari 10 tahun.

2. Tua hanya usianya

Al-Faghm saat ini telah berusia sekitar 50 tahun. Namun, penampilan fisiknya kerap membuat orang kagum. Fisik tubuhnya masih tegap, kekar, dan terjaga. Menurut Thomas Wictor, kekuatan fisiknya bahkan disebut-sebut masih bisa menandingi seorang tentara di usia 20 tahunan. Jika dilihat dari fotonya saat mengawal Raja Salman di Malaysia, 27 Februari 2017 lalu. Ia masih terlihat seperti aktor film laga, ketimbang seorang perwira tentara berusia 50 tahunan.

3. Tidak hanya ahli teori

Al-Faghm telah beberapa kali mendapatkan penghargaan Order of Bravery, merupakan penghargaan tertinggi untuk para pria pemberani di Saudi. Seperti diketahui, untuk meraih penghargaan ini seseorang harus ikut dalam perang fisik atau terjun langsung sebagai prajurit. Dengan melihat fotonya saat berada di sisi Raja Salman, Thomas Wictor memuji Brigjen Abdul Aziz Al-Faghm sebagai orang yang sangat teliti dan disiplin dalam melindungi raja. Hal itu terlihat dalam posisi tangannya ketika berjalan melindungi Raja Salman. Posisi tangan itu menandakan ia selalu dalam posisi siaga.

4. Kesetiaannya tidak diragukan

Al-Faghm telah menjadi pengawal raja selama lebih dari 10 tahun. Artinya, sebelum mengawal Raja Salman, dia telah mengawal Raja Arab Saudi sebelumnya, yakni Raja Abdullah bin Abdulaziz Al Saud, yang meninggal pada 23 Januari 2015 silam. Pada saat itu, Al-Faghm menjadi pengawal terdepan mengiringi jenazah Raja Abdullah saat akan dimakamkan. Banyak warga Arab Saudi menaruh haru kepadanya. Pasalnya, ia harus sebisa mungkin menjaga emosi di peristiwa itu. Padahal Raja Salman adalah sosok yang sangat dekat dengannya.

5. Titisan Sang Ayah

Al-Faghm lulus dari akademi militer King Khaled Military College di tahun 1991. Dia lalu lolos masuk ke unit pasukan khusus Arab Saudi, sebelum akhirnya terpilih masuk ke Royal Guard, atau pasukan khusus kerajaan. Hanya orang-orang terpilih yang dipercaya masuk ke kesatuan ini. Yang menarik, ayah dari Al-Faghm, ternyata juga menjadi abdi Raja Abdulaziz (ayah Raja Salman) selama 30 tahun. []

loading...
loading...