ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Ini 3 Puasa Sunnah di Bulan Dzulhijah

0

Advertisements

ADA tiga puasa sunnah yang terdapat di bulan Dzulhijah. Pertama, puasa Zdulhijah; kedua, puasa Arafah; dan ketiga, puasa tarwiyyah. Semuanya dilakukan di 10 hari pertama bulan Dzulhijah.

Apa perbedaan 3 puasa sunnah di bulan Dzulhijah yang juga dikenal dengan sebutan bulan haji itu?

BACA JUGA: 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijah, Ini Keutamaannya

1. Puasa Dzulhijjah

Puasa Dzulhijjah dilakukan sejak pada tanggal 1 Dzulhijjah hingga tanggal 7 Dzulhijjah. Adapun niat untuk melaksanakan puasa Dzulhijjah adalah:

Puasa Dzulhijjah memiliki keutamaan tersendiri di setiap harinya.

Tanggal 1 Dzulhijjah, Allah mengampuni Nabi Adam di Arafah, maka yang berpuasa di hari inipun akan diampuni dosa-dosanya.

Tanggal 2 Dzulhijjah, Allah mengabulkan doa Nabi Yunus dan mengeluarkannya dari perut ikan nun, maka orang yang berpuasa di hari ini sama seperti beribadan dan berpuasa 1 tahun tanpa maksiat.

Tanggal 3 Dzulhijjah, Allah mengabulkan doa Nabi Zakariya, maka orang yang berpuasa di hari ini akan dikabulkan do’anya.

Tanggal 4 Dzulhijjah, Nabi Isa dilahirkan, Maka orang yang berpuasa di hari ini akan dihilangkan kesusahan dan juga dikumpulkan bersama orang mulia di hari kiamat.

Tanggal 5 Dzulhijjah, Nabi Musa dilahirkan dan dimuliakan munajatnya, maka orang yang berpuasa di hari ini akan terlepas dari sifat munafik dan siksa kubur.

Tanggal 6 Dzulhijjah, Allah membukakan pintu kebaikan semua Nabi, maka orang yang berpuasa di hari ini akan dipandang Allah dengan penuh rahmat dan kasih sayang.

Tanggal 7 Dzulhijjah, pintu neraka jahannam dikunci dan tidak akan dibuka sebelum berakhir pada 10 Dzulhijjah, maka orang yang berpuasa di hari ini akan dihindarkan dari 30 pintu kemelaratan dan kesukaran dan dibukakan 30 pintu kemudahan untuknya.

2. Puasa Tarwiyah

Puasa Tarwiyah dilakukan berkelanjutan dengan puasa Dzulhijjah, yaitu pada tanggal 8 Dzulhijjah.

Keutamaan puasa Tarwiyah adalah dapat menghapuskan dosa selama satu tahun. Sebuah hadist mengatakan:

“Puasa pada hari tarwiyah (8 Dzulhijjah) merupakan penghapus dosa selama setahun dan puasa hari Arafah (9 Dzulhijjah) merupakan penghapus dosa selama dua tahun.” Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Asy Syaikh dan Ibnu An Najjar dari Abdullah Ibnu Abbas secara marfu’. Diriwayatkan pula oleh Ad Dailami di dalam kitab Musnad Al Firdaus (2/248) dari jalur Abu Asy Syaikh dari Ali bin Ali Al Himyari dari Al Kalbi dari Abu Shalih dari Abdullah bin Abbas.

3. Puasa Arafah

Terakhr adalah puasa Arafah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan ibadah wukuf di Arafah yang dilakukan para jema’ah haji.

Keutamaan dari puasa Arafah adalah dihapuskannya dosa selama dua tahun, yaitu setahun kebelakang dan setahun kedepan.

BACA JUGA: Puasa Awal Dzulhijjah, Apakah Rasulullah Juga Melakukannya?

Dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162) []

Loading...

SUMBER: DAILY MOSLEM

Artikel Terkait :

loading...
loading...

Sponsored

Maaf Anda Sedang Offline