Ini 2 Hikmah dari Pertengkaran Rasulullah dengan Istrinya

0

LAYAKNYA manusia pada umumnya, Rasulullah SAW juga menikah, memiliki istri dan berumah tangga. Dan seperti kehidupan berumah tangga pada umumnya, Rasulullah juga pernah berselisih, berdebat hingga bertengkar dengan sang istri. Bedanya, Rasulullah adalah orang yang maksum (terjaga dari perbuatan dosa), segala tindak tanduknya terbebas dari kemaksiatan karena dijaga oleh Allah. Selain itu Rasulullah adalah contoh dan panutan, hingga apapun yang Beliau lakukan semuanya adalah contoh bagi umatnya.

Salah satu kisah bertengkarnya Rasulullah dengan istrinya dikisahkan dalam buku ‘Kisah-Kisah Romantis Rasulullah.’

Suatu ketika Aisyah berbicara dengan keras dan lantang kepada Rasulullah dari bilik kamar. Abu Bakar as-Siddiq yang saat itu bertamu di rumah Rasulullah segera mengetahui kalau anaknya (Aisyah) dan menantunya (Rasulullah) sedang berseteru.

Mendapati hal itu, Abu Bakar meminta izin Rasulullah untuk menemui putrinya. Ketika sudah berhadapan dengan Aisyah, Abu Bakar langsung mengangkat tangannya hendak memukul Aisyah karena telah berbicara keras dengan Rasulullah. Namun kemudian Rasulullah mencegahnya.

Pada suau kesempatan lain, diceritakan juga bahwa ketika Rasulullah marah kepada Aisyah karena satu dua hal. Lalu Rasulullah meminta Aisyah untuk menutup mata dan mendekat. Seketika itu Aisyah merasa cemas karena mengira akan dimarahi Rasulullah. Apa yang dibayangkan Aisyah ternyata meleset.

Related Posts
1 of 2

“Khumairaku (panggilan sayang Rasulullah untuk Aisyah) telah pergi rasa marahku setelah memelukmu,” kata Rasulullah.

Dari di atas, ada dua hikmah yang bisa dipetik. Terutama bagaimana seharusnya sikap seorang suami kepada istri ketika mereka cekcok.

Pertama, tidak melibatkan orang lain. Persoalan rumah tangga sebaiknya diselesaikan sendiri, tidak perlu melibatkan orang lain meskipun itu orang tua sendiri atau mertua. Rasulullah pun mencegah Abu Bakar yang notabennya mertuanya sendiri untuk ‘ikut campur’ dalam permasalahan rumah tangganya.

Kedua, menghilangkan kemarahan terhadap istri dengan mendekapnya. Seperti yang dilakukan Rasulullah, ketika seorang suami atau istri marah atau berselisih dengan pasangannya maka hendaknya ia langsung memeluk pasangannya. Jangan malah menampar atau memukulnya. []

SUMBER: http://www.nu.or.id/post/read/89708/kala-rasulullah-bertengkar-dengan-istrinya

loading...
loading...
Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun

Maaf Anda Sedang Offline