islampos
Media islam generasi baru

Ingin Merdeka, Rakyat Palestina Kumpulkan 100 Ribu Pesan Damai untuk Trump

foto: reuters
0

PALESTINA—Seiring dengan rencana Donald Trump yang ingin pindahkan kantor Dubes dari tel Aviv ke Yerussalem, Markaz Organisasi dan Pemberdayaan Pemuda (MOP) Palestina mengumpulkan 100 ribu pesan damai untuk Trump.

Dilansir suarapalestina.id, Dalam keterangann persnya kepada media Paltoday, Direktur MOP Mohamed Abo Ras menyatakan, aksi pengumpulan pesan perdamaian ini sudah tuntas dan berhasil dilakukan. Ribuan surat itu berhasil dikumpulkan sesaat sebelum Trump dilantik pada 20 Januari lalu.

“Jumlah surat mencapai 100 ribu yang ditulis langsung oleh para pemuda Palestina,” ujar Abo Ras.

Menurut Abo Ras, pesan-pesan itu ditujukan langsung kepada Trump, dengan harapan agar bisa bekerja secara serius demi tercapainya keadilan bagi masalah Palestina.

“Mereka berpesan agar Trump bertanggungjawab terhadap dunia internasional terkait perdamaian di dunia secara umum, dan di Palestina secara khusus,” kata Abo Ras.

Abo Ras menegaskan, bahwa cita-cita rakyat Palestina saat ini hanya satu, yaitu terwujudkan negara yang merdeka bagi Palestina. 100 ribu surat ini adalah bukti nyata betapa rakyat Palestina, sangat mendambakan sebuah negara yang murni.

Menurutnya, isi surat-surat itu akan dipaparkan ke publik pada pekan depan, melalui konferensi pers. Ada banyak hal yang disampaikan melalui ribuan surat itu. Pada intinya mencoba untuk menjelaskan opini dan pandangan para pemuda Palesitina terkait persoalan Palestina di tengah-tengah perubahan politik global yang cukup cepat dewasa ini.

“Tentu saja rakyat Palestina merasa khawatir akan sikap politik Trump yang menolak resolusi terbaru Dewan Keamaan PBB (DK-PBB) yang melarang perluasan permukiman ilegal, dan berisi perintah untuk segera menghentikannya,” ujar Abo Ras.

Seperti diketahui Resolusi DK-PBB yang diprakarsai dan didorong penuh oleh Malaysia, Venezuela, New Zealand, Senegal itu mendapat penolakan secara mentah dari Trump melalui pesan singkatnya di Twitter pascapembacaan keputusan DK-PBB tersebut. Saat itu Trump menulis, “Segalanya akan berubah paska tanggal 20 Januari.”

Tweet Trump ini dipahami banyak orang bahwa dirinya sejalan dengan Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu yang menolak resolusi DK-PBB yang disetujui 14 negara tersebut. []

loading...
loading...