ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Ingin Masuk Surga tapi Tolak Kebaikan, Emang Surga Bisa Dimasuki lewat Jalur Undangan?

Foto: Adam/islampos
0

Oleh: Zahraton Nawr
zahratonnawra27@gmail.com

“Ingin masuk surga tapi menolak kebaikan. Kamu pikir surga bisa dimasuki lewat jalur undangan?”

APA yang mebuatmu merasa yakin bahwa harta adalah segalanya? Apakah ia yang menghidupkanmu dalam kemewahan sesaat, bisa menjamin masuk surga? Bagaimana kalau seandainya harta tersebut justru menguasai nafsumu untuk berfoya kepada keburukan?

Tidak. Tentu saja tidak. Kekayaan yang berlimpah memang membuat mabuk sebagian orang, tapi sejujurnya mereka itu sedang mendapatkan musibah yang paling besar.

Mengapa demikian?

Tentu saja, sebenarnya mereka adalah orang-orang yang sedang diuji pada kelebihan rezeki. Hanya menghamburkan harta begitu saja, namun berat membayar zakat, lantaran khawatir harta tersebut akan habis. Mereka telah dibutakan mata hatinya, terlalu silau pada kecukupan, sedang mereka tidak menyadari, bahwa mereka termasuk orang yang merugi.

Ketahuilah wahai saudaraku sekalian, tidak akan masuk surga seorang anak Adam jika dalam hatinya terdapat secuil dzarrah sifat sombong.

Ini ada dalam hadist juga, loh.

عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلّى الله عليه وسلم: “لا يدخل الجنة من كان في قلبه مثقال ذَرَّة من كِبْر. فقال رجل: إن الرجل يحب أن يكون ثوبه حسناً، ونعله حسناً؟ فقال: إن الله جميل يحب الجمال. الكبْر: بَطْر الحق، (رواه مسلم ) وغَمْط الناس

Dari ibnu mas’ud semoga Allah meridhainya berkata : Rasulullah shalawat dan salam untuknya bersabda: “Tidak akan masuk ke dalam surga orang yang di hatinya ada kesombongan meskipun seberat biji sawi. Lalu ada yang bertanya : “Sesungguhnya seseorang itu sangat senang kepada baju dan sandal yang bagus?” Maka beliau berkata: “Sesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan. Sombong itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia,” (HR Muslim).

Dari hadist di atas sudah jelas, balasan bagi orang sombong yang menolak kebaikan itu tempatnya di surga.

Lalu, mengapa masih ada yang bersifat langit sedang ia membutuhkan bumi untuk berpijak? Lagi, pertanyaan di dalam kubur nanti, juga bukan berapa banyak hartamu dalam sehari, tapi siapakah Tuhanmu.

Nah, kalau di dunia saja Penciptanya sering dilupakan, bagaimana ia bisa menghindari pukulan maha dahsyat malaikat mungkar dan nangkir?

Mudah-mudahan kita tidak termasuk ke dalam golongan yang ditutup hatinya untuk menolak ‘amar ma’ruf dan mendukung kemungkaran.

Nauzubillahi min dzalik, tsumma nauzubillah. []

Kirim RENUNGAN Anda lewat imel ke: islampos@gmail.com, paling banyak dua (2) halaman MS Word.

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun
loading...
loading...