ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Indahnya Saling Mengunjungi

0

Oleh: Lulu Nugroho
Muslimah Revowriter Cirebon

SUNGGUH Islam adalah sebuah agama yang syamil dan kamil. Tidak hanya mengatur perkara ibadah, tapi juga berbagai hukum terkait ekonomi, sosial, pengaturan urusan rakyat, persanksian, juga akhlak dan lainnya.

Salah satu akhlak mulia yang diajarkan Islam adalah saling berkunjung pada sesama muslim. Mengunjungi kediaman mereka, melakukan silah ukhuwah. Hal itu merupakan bentuk perhatian terhadap mereka. Agar semakin erat persaudaraan antara saudara seakidah. Akidah menjadi landasan hubungan antara sesama muslim.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

أنَّ رجلًا زارَ أخًا لَهُ في قريةٍ أخرى ، فأرصدَ اللَّهُ لَهُ على مَدرجَتِهِ ملَكًا فلمَّا أتى عليهِ ، قالَ : أينَ تريدُ ؟ قالَ : أريدُ أخًا لي في هذِهِ القريةِ ، قالَ : هل لَكَ عليهِ من نعمةٍ تربُّها ؟ قالَ : لا ، غيرَ أنِّي أحببتُهُ في اللَّهِ عزَّ وجلَّ ، قالَ : فإنِّي رسولُ اللَّهِ إليكَ ، بأنَّ اللَّهَ قد أحبَّكَ كما أحببتَهُ فيهِ

“Pernah ada seseorang pergi mengunjungi saudaranya di daerah yang lain. Lalu Allah pun mengutus Malaikat kepadanya di tengah perjalanannya. Ketika mendatanginya, Malaikat tersebut bertanya: “Engkau mau kemana?”

BACA JUGA: Pentingnya Menjalin Silaturahmi

Ia menjawab: “Aku ingin mengunjungi saudaraku di daerah ini”.

Malaikat bertanya: “Apakah ada suatu keuntungan yang ingin engkau dapatkan darinya?”

Orang tadi mengatakan: “Tidak ada, kecuali karena aku mencintainya karena Allah ‘Azza wa Jalla”.

Maka malaikat mengatakan: “Sesungguhnya aku diutus oleh Allah kepadamu untuk mengabarkan bahwa Allah mencintaimu sebagaimana engkau mencintai saudaramu karena-Nya.“ (HR Muslim no.2567).

Ketika berkunjung, kita bisa melihat keadaan saudara kita. Apakah mereka sedang senang atau susah. Hingga kitapun akhirnya bisa mengukur bantuan apa yang bisa segera kita berikan. Atau bisa jadi keadaan senang atau sedih yang mereka alami, sesungguhnya disebabkan oleh kondisi futur. Maka sungguh kehadiran kita diharapkan mampu mengembalikan keimanan mereka seperti sedia kala.

Seperti yang pernah dilakukan pada masa Rasul dan para sahabat. Saat mereka berjumpa, mereka akan saling bertanya tentang keadaan keimanan. Sebagaimana pada kisah ini: Pada suatu pagi Rasulullah bertemu dengan Mu’adz, maka beliau bertanya, “Bagaimana keadaanmu di pagi hari ini, hai Mu’adz?”
“Di pagi hari ini aku benar-benar telah beriman, ya Rasulullah,” jawabnya.

Saling menjaga keimanan masing-masing sangat penting di dalam Islam. Maka kunjungilah saudaramu. Bukan hanya mereka yang mungkin membutuhkan kita, bisa jadi kitalah yang memerlukan nasihat. Karena pada saat mengunjungi seseorang salih yang berilmu, akan selalu ada ibroh dari pengalaman mereka tersebut. Sehingga bisa dijadikan panduan untuk menaikkan level keimanan kita.

Dari Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَعُودُ مُسْلِمًا غُدْوَةً إِلَّا صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ وَإِنْ عَادَهُ عَشِيَّةً إِلَّا صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ وَكَانَ لَهُ خَرِيفٌ فِي الْجَنَّةِ

Loading...

“Tidaklah seorang muslim yang menjenguk muslim lainnya di pagi hari kecuali ada 70 ribu malaikat yang mendoakannya hingga sore hari. Dan jika menjenguknya di sore hari, ada 70 ribu malaikat yang mendoakannya hingga pagi, dan baginya satu kebun di surga.” (HR. Al-Tirmidzi dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih al-Tirmidzi).

BACA JUGA: Momen Langka Saat Jokowi-Prabowo Pelukan Bareng Atlet Silat Asian Games

Kunjungan bukan hanya sebagai wasilah untuk saling menjaga keimanan. Akan tetapi banyak keutamaan yang diberikan Allah bagi pelakunya. Salah satu keutamaan dari kunjungan terhadap sesama muslim adalah, mendapat doa dari 70.000 malaikat. Allah ya Karim, memberi banyak kasih sayang-Nya kepada orang-orang yang ikhlas beramal salih karena mengharap ridho Allah.

Semoga Allah Subhaanahu Wa Ta’ala selalu meneguhkan keimanan kita. Menjaga kasih sayang yang terjalin antara sesama muslim. Allaahumma ashlih lii fii diinilladzii huwa ‘ishmatu amrii. []

Artikel Terkait :

loading...
loading...

Sponsored

Comments
Loading...

Maaf Anda Sedang Offline

Send this to a friend