• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Kamis, 11 Desember 2025
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
Tidak ada Hasil
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
Tidak ada Hasil
View All Result
Tidak ada Hasil
View All Result
Islampos
Home Kolom

Imam Asy-Syafi’i Menolak Pluralisme Agama

Oleh Yudi
6 tahun lalu
in Kolom
Waktu Baca: 3 menit baca
A A
0
Keistimewaan Sahabat Abu Musa

Ilustrasi: Unsplash

1.5k
BAGIKAN

PLURALISME agama adalah suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relatif; oleh sebab itu, setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah. Pluralisme agama juga mengajarkan bahwa semua pemeluk agama akan masuk dan hidup berdampingan di surga.

Imam Asy-Syafi'i Menolak Pluralisme Agama 1 Pluralisme Agama

Paham ini bertentangan dengan syari’at Islam. Karena menurut Islam, seluruh agama yang ada selain Islam setelah diutusnya Nabi SAW, merupakan agama yang batil yang tidak akan mengantarkan pemeluknya kepada keselamatan nanti di akhirat. Islam merupakan satu-satunya agama yang haq dan diridhai oleh Allah Ta’ala. Siapapun yang memeluk agama selain Islam –ba’dal bi’tsah-, dia akan masuk Neraka dan kekal di dalamnya selama-lamanya. Kebaikan apapun yang pernah dia lakukan, maka tidak akan bernilai sedikitpun di sisi Allah. Maka, umat Islam haram mengikuti paham Pluralisme agama.Dalam masalah aqidah dan ibadah, umat Islam wajib bersikap eksklusif, dalam arti haram mencampuradukkan aqidah dan ibadah umat Islam dengan aqidah dan ibadah pemeluk agama lain.

BACA JUGA: Deddy Corbuzier Sah Memeluk Agama Islam

ArtikelTerkait

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

Tentara yang Diperas oleh Negaranya Sendiri

Firaun Tak Kalahkan Musa, Netanyahu Takkan Kalahkan Gaza

Dari Era Pra Hijrah ke Gaza: Warisan Generasi Progresif dalam Menolak Ketidakadilan

Patut disayangkan, ajaran pluralisme belakangan ini mulai ‘dijual’ kembali dengan sedemikian gencar. Yang lebih mengherankan, para ‘penjual’ ajaran ini –katanya- menisbatkan diri kepada madzhab Syafi’i. Padahal, Imam Asy-Syafi’i telah berlepas diri dari pemahaman sesat mereka. Mau bukti ? Mari sejenak kita menengok nukilan dari Imam Asy-Syafi’i –rahimahullah- tentang masalah ini. Agar kita tahu, bagaimana sebenarnya sikap beliau terhadap ajaran pluralisme.

Imam Asy-Syafi’i –rahimahullah- (wafat : 204 H) berkata :

وَمَعْنَى، ” مَنْ بَدَّلَ قُتِلَ ” مَعْنًى يَدُلُّ عَلَى أَنَّ مَنْ بَدَّلَ دِينَهُ دِينَ الْحَقِّ، وَهُوَ الْإِسْلَامُ لَا مَنْ بَدَّلَ غَيْرَ الْإِسْلَامِ وَذَلِكَ أَنَّ مَنْ خَرَجَ مِنْ غَيْرِ دِينِ الْإِسْلَامِ إلَى غَيْرِهِ مِنْ الْأَدْيَانِ فَإِنَّمَا خَرَجَ مِنْ بَاطِلٍ إلَى بَاطِلٍ، وَلَا يُقْتَلُ عَلَى الْخُرُوجِ مِنْ الْبَاطِلِ إنَّمَا يُقْتَلُ عَلَى الْخُرُوجِ مِنْ الْحَقِّ لِأَنَّهُ لَمْ يَكُنْ عَلَى الدِّينِ الَّذِي أَوْجَبَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَعَلَى خِلَافِهِ النَّارَ إنَّمَا كَانَ عَلَى دِينٍ لَهُ النَّارُ إنْ أَقَامَ عَلَيْهِ قَالَ اللَّهُ جَلَّ ثَنَاؤُهُ {إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الإِسْلامُ} [آل عمران: 19] ، وَقَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ {وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ} [آل عمران: 85]

“Dan makna hadits (SIAPA YANG MENGGANTI AGAMANYA, DIA DIBUNUH), adalah suatu makna yang menunjukkan, sesungguhnya barang siapa yang mengganti agamanya yang benar, yaitu Islam, bukan seorang yang mengganti agamanya yang bukan Islam. Yang demikian itu, sesungguhnya barang siapa yang keluar dari agama selain Islam (pindah) kepada agama selainnya (selain Islam) dari agama-agama yang ada, dia hanya berpindah dari kebatilan kepada kebatilan yang lain. Dia tidak dibunuh disebabkan karena keluar dari kebatilan, akan tetapi hanya dibunuh karena keluar dari kebenaran. Karena dia tidak berada diatas agama yang Allah akan wajibkan atasnya Surga, dan atas penyelisihannya dengan Neraka. Akan tetapi dia hanya berada dia atas suatu agama yang dia akan mendapatkan Neraka jika dia komitmen di atasnya. Allah berfirman : [ SESUNGGUHNYA AGAMA YANG DIRIDHAI OLEH ALLAH HANYALAH ISLAM ] –QS. Ali ‘Imran : 19 -. Allah berfirman : [ BARANG SIAPA YANG MENCARI AGAMA SELAIN ISLAM, MAKA AGAMA ITU TIDAK AKAN DITERIMA DARINYA ] –QS. Ali ‘Imran : 85 ]….”[ Al-Umm : 1/295- Lihat gambar ].

BACA JUGA: Yukie PAS Band: 80 Persen Kehidupan Saya untuk Perkara Agama

Dari nukilan di atas, dapat ditarik beberapa kesimpulan : 1). Seorang yang layak dibunuh, hanyalah seorang yang pindah dari Islam kepada agama selain Islam, karena dia pindah dari kebenaran menuju kebatilan. 2). Seorang yang pindah dari suatu agama selain Islam kepada agama lain selain Islam, maka tidak dibunuh. Karena dia hanya pindah dari kebatilan kepada kebatilan yang lain. 3). Agama yang benar dan akan memasukkan seorang ke dalam Surga hanyalah Islam. 4). Seorang yang beragama dengan selain Islam, dia akan masuk ke dalam Neraka dan kekal di dalamnya. 5). Berbagai kesimpulan yang disebutkan oleh Imam Asy-Syafi’i didasarkan dari pemahaman beliau terhadap dua ayat yang beliau kutip.

Setelah ini, apakah masih akan ngotot berkeyakinan bahwa semua agama baik, benar serta akan memasukkan pemeluknya ke dalam Surga ? Apakah merasa lebih alim dari Imam Asy-Syafi’i ? Paham pluralisme ini sudah dinyatakan sesat oleh MUI dalam fatwanya Nomor : 7/Munas VII/MUI/11/2005 Tentang Pluralisme, Liberalisme, dan Sekulerisme Agama. []

Facebook: Abdullah Al-Jirani

Tags: agamaimam syafi'i
Share1512SendShareTweetShareScan
ADVERTISEMENT
Previous Post

3 Hal yang Berusaha Dihancurkan Musuh Islam

Next Post

Kisah ketika Turunnya Ayat tentang Khamr

Yudi

Yudi

Terkait Posts

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

14 Juli 2025
Israel, Yahudi, Gaza, Tentara

Tentara yang Diperas oleh Negaranya Sendiri

10 Juli 2025
Firaun, Benjamin Netanyahu

Firaun Tak Kalahkan Musa, Netanyahu Takkan Kalahkan Gaza

9 Juli 2025
Gaza

Dari Era Pra Hijrah ke Gaza: Warisan Generasi Progresif dalam Menolak Ketidakadilan

8 Juli 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

Oleh Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

Oleh Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

Oleh Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

Oleh Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999! 2 Pluralisme Agama

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

Oleh Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

“Allah Ciptakan Alam Semesta dalam 6 Masa,” Berapa Masa Itu?

Oleh Rika
10 Februari 2017
0
Foto: Oase Muslim

Sesungguhnya masa di situ merupakan interval waktu yang tidak bisa diukur.

Lihat LebihDetails

25 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan di Tempat Kerja

Oleh Dini Koswarini
13 Mei 2025
0
Cara Pengembangan Diri, Zakat Online, Tips Agar Nggak Ngantuk di Siang Hari, keutamaan syukur, Cara Jaga Hati yang Sehat, Syarat Bekerja dalam Islam, Tempat Kerja

Apa saja hal-hal yang tampaknya sepele, tapi sebenarnya berdampak besar jika dilakukan di tempat kerja?

Lihat LebihDetails

85 Motto Hidup dari Kutipan Ayat Alquran

Oleh Eneng Susanti
17 Januari 2023
0
motto hidup ayat Alquran, cara menjadikan Al-Qur'an sebagai penyembuh

SAHABAT mulia Islampos, ada banyak pelajaran dan hikmah yang bisa dipetik dari Alquran. Banyak pula kutipan ayat Alquran yang bisa...

Lihat LebihDetails

Berikut 7 Ayat Al-Quran tentang Masjid

Oleh Sufyan Jawas
1 November 2021
0
Ayat Al-quran tentang masjid

Saking pentingnya dalam kehidupan seorang Muslim, ada beberapa ayat Al-Quran tentang masjid. 

Lihat LebihDetails

Iman, Seperti Pohon yang Baik

Oleh Dini Koswarini
13 Mei 2024
0
takdir, bacaan Istighfar, Keutamaan Sabar dan Shalat, Doa Nabi Musa, Takdir, Ramadhan, doa ramadhan, Doa Ramadhan, Doa Setelah Tahajjud, Syafaat Nabi, Amalan yang Mendapatkan Doa Malaikat, Doa Tawakal,Iman, Pohon, Didoakan Keburukan oleh Orang Lain

Akar pohon ini teguh di dalam tanah, sementara cabangnya (bagian atasnya) ada di langit.

Lihat LebihDetails
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

Tidak ada Hasil
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.