ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Ilmuwan Berhasil Ungkap Kota Muslim Berusia Ribuan Tahun di Ethiopia

Foto: Intrepid Travel
0

ETHIOPIA—Kota Muslim kuno berusia lebih dari seribu tahun dilaporkan telah ditemukan di Ethiopia. Kota ini diprediksi memuat detail sejarah Islam di Afrika. Dahulu Ethiopia terkenal dengan nama Habsyi atau Abyssinia. Ditengarai Habysi ini didirikan oleh keturunan Nabi Sulaiman dan Ratu Saba pada tahun 500 sebelum Masehi.

Dilansir dari Newsweek pada Sabtu (17/8/2017), situs permukiman tersebut terletak di dekat Kota Dire Dawa, kota terbesar kedua setelah ibu kota Ethiopia, Addis Ababa. Situs terdiri dari bangunan yang dibangun dengan balok batu besar, yang memunculkan mitos lokal bahwa orang-orang bertubuh raksasa pernah tinggal di sana. Para arkeolog percaya batu-batuan itu berasal dari awal abad ke-10.

Tim yang berasal dari Universitas Exeter dan Pemerintah Ethiopia untuk Penelitian dan Konservasi Warisan Budaya juga menemukan sebuah masjid abad ke-12 di Harlaa. Termasuk bukti pemakaman dan batu nisan Islam.

Para ahli berpendapat Islam menyebar di wilayah Afrika Timur sekitar abad ke-8. Namun, tradisi sebelumnya menunjukkan Nabi Muhammad SAW telah mengirimkan sejumlah utusannya ke Abyssinia pada awal abad ke-7.

Pew Research Center memerkirakan hampir 250 juta Muslim berada di sub-Sahara Afrika. Jumlah itu sekitar 30 persen dari total populasi wilayah tersebut. Ethiopia merupakan negara dengan mayoritas penduduk beragama Kristen Ortodoks. Hampir dua pertiga penduduknya beragama Kristen sedangkan sebagian besar sisanya beragama Islam.

“Arkeologi Islam telah terbengkalai di Ethiopia karena orang telah berkonsentrasi pada hal-hal lain,” ungkap Profesor Timothy Insoll, pemimpin proyek dan seorang arkeolog di Universitas Exeter kepada Newsweek.

Arkeolog juga menemukan sisa-sisa jasad 300 orang yang dikubur di sebuah pemakaman. Tim sedang memeriksanya untuk melihat pola makan yang mereka lakukan.

Insoll mengatakan proyek tersebut membutuhkan waktu dua tahun hingga selesai. Penggalian lebih lanjut dapat mengungkapkan artefak sebelumnya.

Ethiopia telah menjadi lokasi penggalian yang penting untuk penelitian tentang peradaban manusia paling awal. Lucy, fosil berusia 3,18 juta tahun, yang merupakan anggota nenek moyang manusia awal Australopithecus afarensis telah ditemukan di Ethiopia pada 1974. []

loading...
loading...