ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Ikuti Jejak Freddy Budiman, Napi Kelas Kakap John Kei Berniat Masuk Islam

Foto: Mualaf centre
0

JAKARTA — Narapidana kelas kakap John Kei dikabarkan berniat masuk Islam. Sebelumnya, John Kei merupakan tersangka dalam perkara pembunuhan Tan Harry Tantono, Direktur Sanex Steel, yang ditemukan tewas di Swis-Belhotel Jakarta akhir Januari 2012 lalu. 

Lelaki asal Maluku ini sebelumnya dikenal sebagai non-Muslim, mencoba menelusuri postingan akun media sosial Facebook milik Hanny Kristianto, yang kali pertama mengabarkan John Kei berniat menjadi Muslim, Rabu (13/9/2017) kemarin. Berikut ini kutipan postingan Hanny:

Bismillah, “Hari ini team Mualaf Center Darussalam diwakili Harsha Agousta Brahma Sadewa dan ibu Jenderal Lisze Dewi Purnamawati berangkat ke LP. Batu Nusakambangan Cilacap memastikan niat John Kei masuk Islam. Sebelum memutuskan masuk Islam John Kei alias John Refra pemuda asal Tutrean, Pulau Kei pernah dijuluki sebagai Godfather of Jakarta.

Sebesar apa pun dosa kita.. ampunan Allah jauh lebih besar dari dosa kita.. ampunan Allah terbuka luas bagi siapa saja yg ingin bertobat kepada-Nya. Bahkan Allah meminta manusia untuk tidak berputus asa dari rahmat-Nya

Katakanlah: Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Az Zumar 53)

Sebelum masuk Nusa Kambangan, Cilacap, Jawa Tengah, John Kei memang terkenal sebagai orang yang berwatak keras dan ganas, sangat disegani dan ditakuti oleh kawan maupun lawan.

Bagaimanapun buruknya penilaian orang terhadap John Kei, beliau adalah orang yang pernah turut berjasa menjaga saya, merawat saya, dan membesarkan saya sejak saya SMP hingga kuliah dulu.

Di balik sifat keras dan beringasnya sebenarnya John Kei adalah orang yang penyayang dan sangat peduli dengan saudara atau orang-orang yang sedang susah.

Sebenarnya di dalam hati John Kei sering berkecamuk perasaan-perasaan yang berlawanan, antara kesenangan terhadap hiburan dan mabuk-mabukan dengan kekagumannya terhadap ketabahan kaum Muslimin serta bisikan hatinya bahwa boleh jadi apa yang dibawa oleh Islam itu lebih mulia dan lebih baik.

Umat Islam di Pulai Kei, saudara-saudara kita di Kepulauan Kei meski hidup sederhana tetapi keseharian mereka menjadi bukti bahwa Islam membawa keberkahan, kedamaian dan kebaikan bagi mereka. Sampai pada saat di masa John Kei bertemu Freddy Budiman yarhamullah, keindahan Islam itu semakin nyata.

Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? (QS. Al Muminum 115).[]

 

Sumber:KhazanahRepublika

loading...
loading...