islampos
Media islam generasi baru

Idul Fitri Tahun Ini, Kondisi Pasar Gaza ‘Mati’

Foto: PIC
0

PALESTINA—Dua juta lebih warga Jalur Gaza harus merayakan Idul Fitri tahun ini dengan ‘wajah muram,’ lantaran masih di bawah pengepungan selama 11 tahun lebih. Apa yang membuat Idul Fitri tahun ini sulit adalah pengepungan yang semakin ketat dan krisis buruk yang menimpa semua lapisan masyarakat.

Penderitaan bertambah menyusul tindakan yang diambil oleh Presiden Otoritas Palestina Mahmud Abbas yang ‘belum pernah terjadi sebelumnya’ terhadap Gaza yang terkepung.

Menurut para pengamat, lebih dari 50 persen orang di Jalur Gaza hidup di bawah garis kemiskinan karena pengepungan parah, yang telah berlangsung selama 11 tahun. Sementara keputusan baru-baru ini Abbas membuat kategori baru, terutama kepada para karyawan dan tahanan yang dibebaskan yang rentan terhadap pemotongan gaji.

Berbagai masalah yang dialami warga Gaza berimbas pada lemahnya daya beli masyarakat yang turun hingga 70 persen, sehingga pasar menjadi sepi.

“Pasar sudah mati,” ungkap pedagang pasar, Tamer Badran, 35, yang menggambarkan situasi di pasar Gaza menjelang Idul Fitri. Badran mengatakan kepada PIC bahwa orang-orang datang ke pasar bukan untuk membeli, namun untuk sekadar melihat-lihat.

“Para pedagang mengeluh karena barang mereka masih menumpuk dan tidak mendapatkan pembeli. Semua ini terjadi karena orang tidak memiliki uang seperti pada tahun-tahun sebelumnya,” terang Badran.

Afaf Helmi, yang membawa beberapa barang yang dia beli dari pasar juga mengaku  bahwa dia tidak berniat untuk membeli pakaian Idul Fitri untuk ketiga anaknya tahun ini, karena suaminya tidak lagi menerima gajinya seperti yang dia lakukan selama tahun-tahun sebelumnya.

Pada April, Presiden Otoritas Palestina Mahmud Abbas memutuskan untuk memotong gaji pegawai PA sebanyak 30-50 persen. Keputusan ini sangat mempengaruhi kondisi kehidupan karyawan, dengan lebih dari 50 persen di antaranya memiliki pinjaman dari bank.

Analis ekonomi tersebut menekankan bahwa kebanyakan orang di Jalur Gaza hidup dengan bantuan, menunjukkan bahwa Gaza hidup dalam masa terburuk selama pengepungan. []

loading...
loading...