islampos
Media islam generasi baru

Ibu Tak Bahagia = Istri Stres?

Foto: wallpaperswide.com
0

Oleh: Fialia Mamah

AKHIR-akhir ini saya melihat berita yang aneh di sosial media. Bagaimana bisa seorang ibu melakukan kekejaman, kekerasan fisik pada buah hatinya yang keluar dari perutnya sendiri. Padahal anak adalah bagian dari tubuh, darah dan dagingnya?

Menurut saya, ada kemungkinan sebagian dari para ibu yang mengasari anaknya adalah ibu yang tidak bahagia. Ia stres, tertekan dengan banyak hal, entah dari mulai lelah karena pekerjaan rumah, mengurus anak sampai lelah masalah ekonomi. Atau ia kesal pada suami.

Bisa jadi juga mereka kurang punya tempat berbagi cerita, kurang dapat nasihat-nasihat yang menyejukkan. Mereka ini mungkin juga kurang dekat ke Allah, jadi segala bebannya mereka pikul sendiri dipundaknya.

Andai tiap ibu bisa rajin beribadah, mau meluangkan waktunya untuk berdoa, memasrahkan segala persoalan rumah tangga. Baik soal ekonomi, anak, cemburu pada suami atau masalah hubungan dengan tetangga. Lalu berharap dapat solusi. Tentu hati akan lebih tenang, berusaha mengurus rumah tangga juga nyaman. Selanjutnya pertolongan Allah SWT juga insyaAllah akan segera datang.

Jika para suami bisa selalu mesra pada istrinya, mau mengerti kegundahan istri, bersedia berbagi obrolan dan masalah, mau menasihati dengan lembut, mendukung, bisa membaca kapan istri terlihat lelah fisik maupun rohani, Lalu berusaha membantu, tentu Istri akan bahagia.

Maka akan masuk akal sekali jika seorang istri yang bahagialah yang bisa mendidik anak-anaknya dengan maksimal penuh kasih sayang.

Sebaliknya, apa yang bisa diharapkan dari seorang ibu yang stres tertekan dan kelelahan bagi anak-anak dan suami?

Untuk itu para suami, bahagiakan lah istri-istrimu demi bahagianya anak-anak dan dirimu sendiri.

Juga sebagai istri berbahagialah selalu, jauhi stres sehingga bisa banyak tersenyum di rumah, mencerahkan seisi rumah.

Untuk para istri, hindarilah stres dengan tidak kebanyakan keinginan yang sulit untuk mencapainya. Sebab keinginan-keinginan sulit di capai itu bisa memicu stres, kekesalan yang berujung pada marah-marah atau lainnya. []

Bengkulu 18 Agustus 16

loading...
loading...