• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Senin, 15 Desember 2025
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
Tidak ada Hasil
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
Tidak ada Hasil
View All Result
Tidak ada Hasil
View All Result
Islampos
Home Fiksi

Ia Mengecupku Setiap Malam

Oleh Adam
8 tahun lalu
in Fiksi
Waktu Baca: 2 menit baca
A A
0
Foto: Shutterstock

Foto: Shutterstock

154
BAGIKAN

 

Oleh: Dini Sri Mulyati

MALAM ini aku tak bisa tidur. Padahal sudah pukul 11.20. Adikku sudah mendengkur hebat di kamarnya. Aku menengok tudung saji di meja makan. Kosong. Tempe mendoan yang tersisa tiga biji setelah makan tadi, raib digondol tikus. Dapur berubah menjadi berantakan sekali. Duh, masa iya malam-malam harus rapi-rapi?

Kesal benar aku. Tak bisa tidur sungguh menyiksa. Ya! Menahan letih dan menahan lapar… tapi yang paling menyiksa adalah menahan sepi.

ArtikelTerkait

Tapi Ini Tanah Kami, Meski Duka dan Mati Tertanam di Sini

Hidup Itu Seperti UAP… Puisi Terakhir WS Rendra

Suamiku Mantan Majikanku

Gadis Cantik Sebagai Anugerah Tuhan

Sepi adalah bagian dari hidupku. Dari bangun tidur hingga tidur lagi, kami–aku dan adikku– bagaikan dua anak tanpa orang tua. Tak kutemui Ibu di dapurku. Tak kutemui ayah di ruang tamu. Ah! Kau, tudung saji adalah sumber kebahagiaanku. Kadang-kadang aku berpikir di sanalah bukti aku masih punya ibu.

Akan ada makanan disana. Bukti bahwa ibulah yang memasaknya. Entah kenapa aku tak curiga kalau itu makanan dari tetangga. Tidak ada tetangga yang mengirim makanan jam 5 subuh bukan?

Kadang aku berpikir apakah seorang ibu hanya bertugas memasak nasi atau menyiapkan roti? Seorang ayah membaca koran dan meminum kopi? toh ternyata itulah yang selama ini aku temui.

Aku marah berkali-kali, karena mereka hanya jadi dongeng bagiku. Aku kesal bertubi-tubi karena mereka menelantarkanku. Jangankan untuk berkata I Love You berpikir mereka ada aku ragu.

Aku pusing lagi-lagi. Mendengar adikku merengek ingin bertemu mereka. Dan aku tidak tahu harus berjumpa di mana. Adalah aku manusia bodoh yang dalam usia ke-20 belum tahu di mana orang tua bekerja.

Tak ada hal basa-basi di antara kami.

“Uang kamu masih ada…?”

“Apakah kamu lulus ujian…?”

Bosan sungguh mendengarnya. itu-itu saja yang mereka katakan. Kenapa mereka tidak bertanya,

“Kenapa kau murung hari ini?”

Ah! Itu sangat tak masuk akal, bagaimana mereka tahu aku murung, toh mereka tak pernah ada di rumah. Ya… entahlah mereka itu orang tua macam apa.

“Brum….”

Tunggu kupikir itu suara mobil ayahku. Ah! Benar ternyata. Mereka berdua sudah tiba. Tepat pukul 12 malam. Apakah selarut ini mereka pulang? Pantas saja aku tidak pernah bertemu dengannya. Gila saja, segini malamnya. Waktu tidurku paling lambat hanya pukul 10 malam.

Tidak! Mereka membukakan pintu. Oh my god! Aku harus pura-pura tidur sekarang juga.

***

“Say, kenapa dapur kita berantakan sekali?”

“Sudahlah, biar aku bereskan sebentar lagi…”

“Tidak usah, biar besok saja dibereskan. Hari ini istirahat saja, kita sudah sama-sama lelah.”

“Hem… ini sudah kwajibanku kan? Besok aku takut tidak sempat membereskan, bisa jadi kita malah terlambat.”

Sreeekkk…

“Dia sudah tidur…”

“Ya…”

“Dia cantik sekali… anak kita sudah dewasa.”

“Kau selalu saja begitu, Say.”

“Apa?”

“Setiap malam kaudatangi kamar anak-anakmu lalu kau menciumnya. Ini adalah ciuman… tunggu biar kuhitung… 7.850 kali untuknya. Tidak, tidak… pasti lebih dari itu, kau kan sering menciumnya ketika bayi… dan kau masih melakukan hal yang sama sampai sekarang ini.”

“Kenapa? Kau iri pada anakmu sendiri?”

“Hei… tidak-tidak. Seharian aku telah mencurimu dari mereka, kenapa aku harus iri?”

“Hem… kau tahu itu.”

“Sesungguhnya aku sedih, aku hanya bisa menciumnya, mengecup keningnya setiap malam. Kau tahu bahkan aku melakukannya saat ia tidur. Nyatanya aku tidak bisa melakukannya saat ia membuka mata.”

“Kau…kau sungguh…”

“Jika kau berpikir demikian, aku malah ragu.”

“Maafkanku telah merampasmu.”

“Sudahlah, ayo kita keluar… aku takut anak kita malah terbangun.”

***

Aku menyentuh keningku. Basah. Dan kuyakin ini bukanlah keringat. Noda merah menempel di jariku. Kata-kata tadi terus terngiang di telingaku. Membuat mataku panas. Dan hujan membasahi pipiku kemudian. []

Tags: Anakcerpenmalamorangtua
Share154SendShareTweetShareScan
ADVERTISEMENT
Previous Post

JAS Gelar Seminar Kepemimpinan Islam

Next Post

Nabil Shaath: Jepang Janji Akui Palestina sebagai Negara Merdeka

Adam

Adam

Dengan Ilmu, engkau berani bertindak dan dapat menahan diri untuk diam

Terkait Posts

Palestina, Semangka, tanah, Pelajaran dari Gaza, Palestina, Palestina

Tapi Ini Tanah Kami, Meski Duka dan Mati Tertanam di Sini

6 November 2023
Hadits tentang Sabar, Konsultasi Kesehatan, Puisi Terakhir WS Rendra

Hidup Itu Seperti UAP… Puisi Terakhir WS Rendra

10 Oktober 2023
KDRT, Balasan bagi Orang yang Suka Memaki dan Menyakiti Orang Lain, Suamiku

Suamiku Mantan Majikanku

17 Agustus 2023
cantik, Rukun Islam, Amal Penghapus Dosa

Gadis Cantik Sebagai Anugerah Tuhan

9 Maret 2023
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

Oleh Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

Oleh Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

Oleh Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

Oleh Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999! 1

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

Oleh Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

12 Ayat Al-Quran tentang Istiqamah, Dapat Memotivasi Kita

Oleh Sufyan Jawas
31 Oktober 2021
0
Hadist Nabi Tentang Ikhlas

ayat Al-Quran Tentang Istiqamah

Lihat LebihDetails

Berikut 7 Hadist tentang Muamalah

Oleh Sufyan Jawas
25 Oktober 2021
0
Hadist tentang muamalah

Dikutip dari halaman Swm, berikut hadist-hadist tentang muamalah.

Lihat LebihDetails

85 Motto Hidup dari Kutipan Ayat Alquran

Oleh Eneng Susanti
17 Januari 2023
0
motto hidup ayat Alquran, cara menjadikan Al-Qur'an sebagai penyembuh

SAHABAT mulia Islampos, ada banyak pelajaran dan hikmah yang bisa dipetik dari Alquran. Banyak pula kutipan ayat Alquran yang bisa...

Lihat LebihDetails

21 Sifat Manusia Menurut Al Quran

Oleh Laras Setiani
17 Oktober 2019
0
ilustrasi.foto: kiblat

Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya; kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya...

Lihat LebihDetails

MasyaAllah, Inilah 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan beserta Artinya

Oleh Haura Nurbani
24 Agustus 2023
0
Hukum Mengubur Ari-ari Bayi, Fakta Bayi Baru Lahir, ASI, ciri bayi cerdas, nama, Nama Anak Perempuan, Hukum Bayi Tabung dalam Islam, Doa ketika Melahirkan

Nama Sahabiyat adalah nama wanita-wanita agung yang dikaitkan dengan Nabi Muhammad dalam menyebarkan Islam bersamanya.

Lihat LebihDetails
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

Tidak ada Hasil
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.