ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Hindari Rasa Malas dengan 9 Cara Ini

Foto: www.crossnews.am
0

MALAS adalah salah satu penyakit hati yang harus kita hindari. Tak jarang dalam kehidupan sehari-hari kita seringkali merasa malas untuk melakukan sesuatu. Sadarilah, bahwa rasa mala situ datang dari setan.

Setan menginginkan agar kita jauh dari rasa optimis dan penuh semangat. Maka dari itu, setan mencoba menjerumuskan kita dengan rasa malas.

Ketika rasa malas mulai datang, kita menghabiskan waktu yang Allah beri dengan sia-sia. Biasanya orang yang malas hanya tidur-tiduran dan melakukan hal yang sia-sia.

BACA JUGA:
Mengapa Penyembah Setan Mudah Mendapat Apa yang Mereka Inginkan?
Setan Mampu Mengendalikan Tubuh Manusia, Benarkah?

Sebagai seorang muslim yang baik, sudah seharusnya kita menjauhi penyakit hati yang membawa kita ke dalam kenistaan ini. Hindarilah penyakit malas dengan cara berikut ini :

1. Melakukan olah fisik secara teratur
2. Memperluas ilmu, keterampilan dan pengalaman
3. Memulai bekerja dengan penuh optimis dan niat yang ikhlas
4. Menghindari putus asa jika menghadapi kegagalan
5. Mengkonsentrasikan diri (khusyu) dalam satu target dan sasaran. Rasulullah SAW bersabda,
“Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan kamu hidup selamanya.”
6. Memilih suatu pekerjaan yang sesuai dengan potensi yang dimiliki
7. Senantiasa bermusyawarah dengan orang berilmu dan berpengalaman dalam bidang pekerjaan yang akan dikerjakan
8. Senantiasa meminta pilihan terbaik (istikharah) kepada Allah dengan shalat hajat dan istikharah pada malam hari. Rasul berkata, “Tidak akan merugi orang yang beristikharah, dan tidak akan menyesal orang yang selalu bermusyawarah.”
9. Jika rencana kerja sudah betul-betul matang, mulailah melangkah dengan membaca doa berikut :
“Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan melainkan daya dan kekuatan Allah Yang Maha Agung. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu agar aku tidak menyesatkan atau disesatkan orang lain, mencelakakan atau dicelakakan orang lain, menzalimi atau dizalimi orang lain, menipu atau ditipu orang lain; dengan Rahmat-Mu,” (Hadits). []

Sumber : 60 Penyakit Hati/Uwes Al-Qorni/Remaja Rosdakarya/2005

loading...
loading...