ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Hikmah di Balik Larangan Berkhalwat

Foto: Islampos
0

KINI tengah marak seorang laki-laki dan wanita yang berkhalwat, yakni berdua-duaan tanpa adanya ikatan pernikahan. Hal ini sangatlah bertentangan dengan apa yang telah disampaikan oleh Rasulullah SAW. Rasulullah, memerintahkan kepada umatnya untuk tidak berkhalwat.

“Cukuplah Anda duduk selama lima menit dengan seorang wanita sampai Anda memiliki proporsi tinggi dari hormon meningkat,” inilah temuan studi ilmiah baru-baru ini yang dimuat pada Daily Telegraph!

Para peneliti di Universitas Valencia menegaskan bahwa seorang yang berkhalwat dengan wanita menjadi daya tarik yang akan menyebabkan kenaikan sekresi hormon kortisol. Adapun kortisol adalah hormon yang bertanggung jawab terjadinya stres dalam tubuh.

Meskipun subjek penelitian mencoba untuk melakukan penelitian atau hanya berpikir tentang wanita yang sendirian denganya, namun hal tersebut tidak mampu mencegah tubuh dari sekresi hormon.

Para ilmuwan mengatakan bahwa hormon kortisol sangat penting bagi tubuh dan berguna untuk kinerja tubuh, tetapi dengan syarat mampu meningkatkan proporsi yang rendah.

Namun, jika hormon dalam tubuh meningkat dan proses tersebut terus berulang, maka yang demikian itu dapat menyebabkan penyakit serius. Seperti penyakit jantung dan tekanan darah tinggi serta berakibat pada diabetes dan penyakit lainnya yang mungkin meningkatkan nafsu seksual.

Bentuk yang menyerupai alat proses hormon penelitian tersebut berkata bahwa stres yang tinggi hanya terjadi ketika seorang laki-laki berkhalwat dengan wanita asing (bukan mahram).

BACA JUGA:
Al-Quran Jelaskan Cara Keluar dari Masalah

Dan stres tersebut akan terus meningkat pada saat wanitanya memiliki daya tarik lebih besar. Tentu saja, ketika seorang pria bersama dengan wanita yang merupakan saudaranya sendiri atau saudara dekat atau ibunya sendiri tidak akan terjadi efek dari hormon kortisol.

Para peneliti mengatakan bahwa pria ketika ada perempuan asing disisinya, dirinya dapat membayangkan bagaimana membangun hubungan dengannya (jika tidak emosional). Dan dalam penelitian lain, para ilmuwan menekankan bahwa situasi ini (untuk melihat wanita dan berpikir tentang mereka) jika diulang, mereka memimpin dari waktu ke waktu untuk penyakit kronis dan masalah psikologis seperti depresi.

Kita semua tahu hadits yang cukup terkenal, mengatakan, “Tidaknya ada seorang laki-laki berkhlawat dengan wanita kecuali setan adalah yang ketiga,” hadits ini menegaskan diharamkannya berkhalwat bagi seorang pria dengan wanita asing atau bukan mahramnya. Karena itu Rasulullah SAW melalui syariat ini menginginkan kita menghindari banyak penyakit sosial dan fisik.

Ketika seorang beriman mampu menghindari diri dari melihat wanita (yang bukan mahram) dan menghindari diri dari berkhalwat dengan mereka, maka ia mampu mencegah penyebaran amoralitas. Dan dengan demikian, masyarakat terlindungi dari penyakit epidemi dan masalah sosial, serta mencegah individu dari berbagai penyakit.

Subhanallah, itulah kelebihan dari Rasulullah SAW selaku nabi bagi umat Islam. Beliau adalah orang yang diberi anugerah oleh Allah SWT untuk menyampaikan kebenaran. Dan dari kebenaran itulah, kita akan merasakan kebaikan. Baik itu bagi diri kita sendiri maupun orang lain. Untuk itu, janganlah ada keraguan atas apa yang Rasul kita larang maupun perintahkan. Karena kita sudah tahu bahwa larangan dan perintahnya bersumber dari Allah SWT, yang pasti memberikan yang terbaik bagi kelangsungan umatnya.

Sumber: kaheel7

loading...
loading...