islampos
Media islam generasi baru

Hey Jomblowan-Jomblowati, Inilah 6 Langkah Dapatkan Jodoh

foto: google
0

ANDA berstatus jomblowan atau jomblowati? Tenang jangan galau meracau ya. Apalagi dengan impian Anda untuk segera memiliki pasangan hidup.

Dalam menemukan pasangan hidup atau jodoh kita tidak cukup hanya berdoa saja lho. Tapi juga harus ada ikhtiarnya. Lantas, apa saja langkah bagi jjomblowan/jomblowati untuk mendapatkan jodoh?

Inilah 6 langkah mendapatkan jodoh untuk Anda para jomblowan/jomblowati:

1. Memiliki gambaran tentang suami atau istri yang baik
Setiap perempuan atau laki-laki yang hendak menempuh pernikahan harus mempelajari secara benar ciri-ciri laki-laki atau perempuan baik untuk menjadi pasangan menurut ketentuan islam.

Dengan bekal inilah mereka akan dapat memilih dan menentukan mana calon yang baik dan mana calon yang tidak baik bagi dirinya. Dengan memiliki gambaran yang pasti seperti digariskan oleh islam, insya Allah kehiduapan suami istri akan mencapai sasaran yang dikehendaki Allah dan Rasul-Nya.

2. Mencari informasi
Muslim dan muslimah harus aktif mencari informasi tentang calon pasangannya agar tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang merugikan diri sendiri setelah hidup berumah tangga.

Seperti dalam nasihat Hasan bin Ali berikut ini:

Seorang laki-laki pernah bertanya kepada Hasan bin Ali,”Saya mempunyai seorang putri. Siapakah yang patut menjadi suaminya menurut Anda?” Ia menjawab,”Nikahkanlah dia dengan seorang laki-laki yang bertakwa kepada Allah, sebab jika ia senang, ia akan menghormatinya dan jika ia tidak menyenanginya, ia tak suka berbuat dhalim kepadanya.” (Fiqhus Sunnah II, bab Nikah).

3. Meneliti
Rasulullah menganjurkan agar calon pasangan melakukan penelitian sebelum memasuki jenjang pernikahan. Tujuannya adalah meyakinkan apakah pasangan yang dipilihnya benar-benar memenuhi harapan dan keinganannya atau tidak. Seperti dalam sabda Nabi SAW:

Dari Mughirah bin Syu’bah, ia pernah meminang seorang perempuan, lalu Rasulullah bersabda kepadanya. “Sudahkah kamu lihat dia?” Ia menjawab,” Belum.” Beliau bersabda: “Lihatlah dia lebih dahulu agar nantinya kamu berdua bisa hidup bersama lebih langgeng (dalam keserasian rumah tangga),” (HR. Nasa’i,Ibnu Majah dan Tirmidzi, hadis hasan).

4. Minta pertimbangan
Seorang perempuan yang dilamar oleh laki-laki atau laki-laki yang akan mempersunting seorang perempuan sebaiknya meminta pertimbangan lebih dulu kepadaorang yang dipercayainya mengenai keputusannya. Hal ini bertujuan agar perempuan atau laki-laki tersebut mendapatkan suami atau istri yang baik sehingga kehidupan rumah tangganya memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.

Seperti dalam hadis berikut :

Dari Fathima, putri Qais, bahwa Abu Amr bin Hafsh telah menceraikannya untuk ketiga kalinya… Ia berkata: ‘Ketika aku sudah selesai menjalani ‘iddah,aku beri tahukan kepada Rasulullah bahwa Mu’awiyyah bin Abu Sufyan dan Abu Jahm melamarku. Rasululllah bersabda: ‘Abu Jahm orangnya tak pernah meletakan tongkatnya dari pundaknya, sedangkan Mu’awiyyah seorang yang melarat, tidak berharta. Oleh karena itu, nikahlah dengan Usamah bin Zaid!’ Akan tetapi, aku tidak senang kepadanya, lalu beliau bersabda : Nikahlah dengna Usamah bin Zaid!’ Akhirnya aku menikah dengannya. Allah SWt memberikan kebaikan (kepadaku) dengan dirinya sehingga aku dicemburui (wanita-wanita lain),” (HR. An Nasa’I 6:75 no.3139 CD)

5. Shalat Istikharah
Sebelum mengambil keputusan memilih atau menerima calon istri atau calon suami, kita hendaklah melakukan shalat istikharah.

Istikharah berarti mohon dipilihkan yang baik atau mencari yang terbaik kepada Allah SWT. Shalat istikharah adalah shalat sunnah dua rakaat untuk meminta kepada Allah agar diberi petunjuk untuk memilih yang terbaik di antara berbagai pilihan yang sedang dihadapi. Insya Allah, dengan langkah ini akan diperoleh kemudahan dalam menentukan pilihan dan diperoleh jodoh yang dapat mengantarkan hidup kita diliputi kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

6. Memilih
Memilih di sini maksudnya menentukan atau mengambil seseorang yang disukai untuk dijadikan suami atau istri.

Laki-laki dan perempuan memiliki kebebasan yang sama dalam memilih jodoh. Pada masa Rasulullah banyak perempuan yang berani datang kepada laki-laki untuk meminang. Tindakan ini dibenarkan Rasulullah. Oleh karenanya kita tidak boleh beranggapan bahwa memilih jodoh hanya menjadi hak laki-laki sehingga perempuan hanya dianggap sebagai objek pilihan. Namun, saat memilih pasangan tersebut seorang muslim atau muslimah harus berhati-hati dalam memilih istru atau suami agar tidak menyesal kemudian hari.

Semoga untuk Anda yang berstatus jomblowan/jomblowati yang sedang galau meracau, segera move on untuk mempersiapkan langkah dalam menjemput jodoh. Waallahu’alam. []

loading...
loading...