islampos
Media islam generasi baru

Hawaii Tentang Larangan Imigrasi Trump

Foto: Reuters
0

HAWAII—Negara bagian Hawaii, Amerika berhak mengajukan gugatan keberatan atas perintah eksekutif presiden Donald Trump soal Peraturan Imigrasi terbarunya.

Hal tersebut dikatakan seorang hakim pengadilan distrik AS Derrick Watson di Hawaii.

“Negara bagian Hawaii bisa menyampaikan tuntutan tambahan terhadap larangan awal memasuki AS, yang ditandatangani Trump pada Januari lalu,” ujarnya pada Rabu (8/3/2017).

Seperti diketahui, perintah baru itu menyatakan larangan masuk sementara bagi para pengungsi dan pengunjung dari enam negara berpenduduk mayoritas Muslim yakni Iran, Libya, Suriah, Somalia, Sudan dan Yaman.

Warga Muslim Hawaii melakukan aksi demonstrasi menolak larangan imigrasi yang diperbaharui Trump pada Senin (6/3/2017) kemarin.

“Itu melanggar Undang-undang Dasar AS.” Kata salah satu warga Muslim Hawaii.

Selain melakukan aksi demonstrasi, mereka juga mengajukan gugatan ke pengadilan pada Rabu (8/3/2017) agar segera menghentikan perintah baru Trump itu.

Menurut keterangan jadwal pengadilan yang ditandatangani hakim, sidang untuk mendengarkan keterangan akan digelar pada 15 Maret, satu hari sebelum perintah baru resmi diberlakukan.

Perintah yang ditandatangani Trump itu telah menyebabkan kekacauan dan protes di berbagai bandar udara serta puluhan tuntutan hukum di seluruh negeri.

Perintah baru berisi larangan yang dipersempit. Larangan 90 hari untuk memasuki Amerika Serikat tetap diberlakukan terhadap para enam warga Negara tersebut.

Namun, Irak dikeluarkan dari daftar negara yang tercantum pada perintah yang lama.

Dan menghapus larangan tanpa waktu yang ditentukan bagi semua pengungsi dari Suriah.

Perintah baru juga mengatur larangan memasuki AS hanya diberlakukan bagi para pemohon visa yang baru.

Para pakar hukum mengatakan “tentangan di pengadilan sekarang akan lebih sulit karena larangan baru itu berisi pemberian pengecualian bagi lebih banyak orang.”

Perguruan tinggi negeri di Hawaii, terkena dampak larangan masuk tersebut karena mereka akan menghadapi kesulitan merekrut calon mahasiswa dan staf fakultas.

Selain itu, perekonomian pulau negara bagian itu akan terdampak oleh penurunan pemasukan dari sektor pariwisata. []

Sumber: ANTARA

loading...
loading...