ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Hasil Survei: Dukungan Terhadap Ahok Semakin Menurun

0

JAKARTA – Hasil temuan survei terbaru terkait peta elektabilits Pilgub DKI 2017, menunjukkan adanya penurunan suara yang sigfinikan terhadap pasangan Basuki-Djarot. Survei yang dilakukan oleh PT Group Riset Potensial (GRP) pada periode 28 Januari – 2 Februari 2017 ini mengidentifikasikan bahwa pasangan Basuki-Djarot kehilangan dukungan 39% dari pemilih PDIP pada Pileg DKI 2014 silam.

“Berkurangnya dukungan yang cukup signifikan pada pasangan calon yang diusung PDIP tersebut sebenarnya cukup beralasan,” ungkap Linggar Kharisma, Research Executive PT. Grup Riset Potensial (GRP) pada pemaparan hasil pemetaan kedua elektabilitas Pilgub DKI Jakarta 2017 di Cheese Cake Factory, Menteng Jakarta beberapa hari yang lalu.

Menurut Linggar, PDIP yang selama ini dicitrakan sebagai ‘partai wong cilik’ sehingga membawa pasangan Jokowi-Basuki kemudian memenangkan Pilgub DKI tahun 2012 dan menjadi lumbung suara PDIP pada tahun 2014, berubah menjadi anti wong cilik. Padahal citra wong cilik inilah yang selalu menjadi jualan PDIP.

“Menjelang Pilgub 2017 ini justru gubernur dukungan PDIP, Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok banyak melakukan penggusuran di wilayah-wilayah padat penduduk di Jakarta yang notabene merupakan basis para wong cilik,” ujar Linggar.

Implikasinya, menurut Linggar, sangat signifikan di mana akhirnya banyak warga miskin Jakarta tidak mau memilih pasangan Basuki-Djarot. Dan hasil itu sejalan dengan laporan singkat media Australia Sydney Morning Herald yang menyatakan bahwa kaum miskin kota menolak untuk memilih pasangan yang diusung PDIP ini pada Pilgub DKI 2017 mendatang.

Hasil survei GRP, 30% pemilih PDIP pada Pileg 2014 lalu saat ini beralih ke pasangan AHY-Sylvi dan sementara 4 persen ke pasangan Anies-Sandi.

Dukungan dari partai golkar kepada basuki-djarot hanya mampu menyumbang 51% dari pemilih golkar pada pileg dki 2014, sisanya menyeberang ke AHY-sylvi (34%) dan anies-sandi (12%). sementara suara pemilih nasdem di pileg 2014 terpecah ketga pasangan calon, ahy-sylvi 37%, basuki-djarot 27% dan anis-sandi 36%. kontribusi suara dari pemilih hanura di pileg 2014 masih lebih baik, yaitu 42%. Secara umum, pasangan petaha tidak memperoleh dukungan dari pemilih partai2 berbasis islam di pileg 2014 kecuali ppp (15%).[fq/islampos]

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun
loading...
loading...