ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Hari Ini, Kalau Kita Belajar …

0

Oleh: Deden Juheri

HARI ini..
Kalau kita belajar Sosiologi, maka sesungguhnya peletak dasar ilmu Sosiologi adalah Ibnu Khaldun pada abad 13 Masehi.

Sementara..
August Comte yang disebut-sebut sebagai Founding Father Sosiologi atau Bapak Pendiri Sosilologi, baru merumuskan Sosiologi pada abad 18 Masehi.

Hari ini..
Kalau kita belajar Aljabar, maka sesungguhnya Al-Khawarizmi telah menggunakan variabel dalam persamaan Aljabar pada abad 9 Masehi. Variabel x misalnya, merupakan penyederhanaan simbol huruf Arab ‘syin’.

Sementara..
Francois Vieta, seorang ilmuan Perancis, baru menggunakan simbol Aljabar x dan y untuk menyatakan persamaan Aljabar pada abad 15 Masehi.

Hari ini..
Kalau kita belajar Optika Modern, maka sesungguhnya Ibnu Haitsam telah merumuskan tentang lensa, cahaya, dan prisma pada abad 11 Masehi.

Sementara..
Studi Sir Isaac Newton baru merumuskan lensa, cahaya, dan prisma sebagai pondasi optika pada abad 17 Masehi.

Hari ini..
Kalau kita belajar Bandul (pendulum), maka sesungguhnya Ibnu Yunus Al-Mashri di Kairo menemukan Pendulum pada abad 10 Masehi. Pendulum dalam jam diperkenalkan oleh para fisikawan muslim pada abad 15 Masehi.

Sementara..
Galileo Galilei baru pertama kali mengembangkan konsep Pendulum pada abad 17 Masehi.

Hari ini..
Kalau kita belajar Penerbangan, maka sesungguhnya Ibnu Firnas dari Andalusia (Spanyol) telah mendesain, mengkontruksi, dan menguji mesin terbang pada abad 8 Masehi.

Sementara..
Roger Bacon seorang filsuf Inggris, baru menggambar mesin peralatan terbang pada abad 13 Masehi. Leonardo da Vinci baru mengonsep dan menggambar prototype mesin terbang pada abad 14 Masehi akhir, tepatnya tahun 1493 Masehi.

Hari ini..
Kalau kita belajar Geometri, maka sesungguhnya Tsabit bin Qurrah sudah menyatakan bahwa Aljabar bisa digunakan untuk memecahkan Geometri pada abad 9 Masehi. Bahkan Abu al Wafa’ menyusun textbook Aljabar untuk menyederhanakan berbagai permasalahan Geometri.

Sementara..
Rane des Cartes, matematikawan Perancis, disebut sebagai ahli terahli Geometri, padahal baru menyatakan bahwa Aljabar bisa digunakan untuk menyederhanakan Geometri pada abad 17 Masehi.

Hari ini..
Kalau kita belajar Eksperimensi, maka sesungguhnya Al-Biruni telah menulis lebih dari 200 judul buku dari hasil percobaannya pada abad 10 Masehi. Maka Al-Biruni lebih layak digelari sebagai eksperimenter terbaik dunia daripada orang selainnya.

Tapi…
Apa yang terjadi?

Justru gelar ini disembatkan kepada Galileo, padahal ia baru meletakan dasar penelitian eksperimens pada abad 16 Masehi. []

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun
loading...
loading...