islampos
Media islam generasi baru

Hamas Kecam RUU Israel yang Larang Azan Gunakan Pengeras Suara

Foto: Press TV
0

GAZA – Gerakan perlawanan Islam Palestina, Hamas, mengecam keras UU Israel yang akan melarang kumandang azan menggunakan pengeras suara di masjid-masjid di wilayah pendudukan Palestina. Hamas memperingatkan bahwa undang-undang tersebut akan menghadapi perlawanan keras.

pemimpin senior Hamas Ismail Haniyah mengecam tindakan Israel tersebut. “Keputusan ini tidak bisa diterima,” ujar Haniyah, Jumat  (10/3/2017) di Jalur Gaza.

“Rakyat dan bangsa kami akan mengumandangkan azan di seluruh dunia,” tegasnya, seperti dilansir Press TV.

Sebelumnya parlemen Israel, Knesset, Rabu lalu memberikan persetujuan awal untuk RUU yang akan melarang azan menggunakan pengeras suara di masjid. RUU “muazin” itu disahkan dalam pembacaan awal oleh 55-48 orang Knesset.

RUU itu disetujui setelah diskusi panas yang berubah menjadi saling serang secara verbal anggota koalisi yang berkuasa dan anggota parlemen Arab. Beberapa anggota parlemen Arab merobek salinan RUU yang menyebabkan pengusiran mereka dari ruangan.

Menurut pernyataan parlemen Israel, aturan pertama dalam RUU itu adalah melarang penggunaan pengeras suara dari pukul 11 malam sampai pukul 7 pagi. Ini adalah waktu azan pertama dari lima panggilan azan bagi umat Islam.

Aturan berikutnya adalah menerapkan pelarangan tempat ibadah menggunakan pengeras suara selama 24 jam.

RUU itu sendiri tidak menyebutkan agama tertentu, tetapi karena dikenal sebagai “RUU muazin” secara langsung memang menyasar pengeras suara di masjid-masjid.

Gagasan undang-undang Israel ini telah memicu kemarahan di kalangan umat Islam, Kristen dan Yahudi di wilayah Palestina yang diduduki.

Namun, pendukung RUU ini mengatakan langkah itu diperlukan untuk mencegah gangguan sehari-hari bagi kehidupan warga Israel.

Langkah kontroversial ini juga didukung oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.[fq/islampos]

loading...
loading...