Hak Orang Tua kepada Anak, Apa Saja Sih?

0

Islam telah mengajarkan umatnya untuk berbakti kepada kedua orang tuanya. Meskipun orang tuanya telah meninggal dunia, anak seyogyanya mendoakan keselamatan bapak ibunya di alam kubur.

Orang tua adalah malaikat bagi anak-anaknya. Mereka telah bersusah payah membesarkan anaknya, membanting-tulang, mempertaruhkan nyawa, hingga si anak tumbuh dewasa. Oleh karena itu, tidaklah salah –malah sangat dianjurkan- untuk berbakti kepada orang tua. Berikut ini adalah hak-hak orang tua terhadap anaknya:

1. Ditaati

Seorang anak sebaiknya menuruti semua keinginan orang tua, tentunya selama tidak melanggar syariat.

“Dan Rabb-mu telah memerintahkan agar kamu jangan beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Ya Rabb-ku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.” (Al-Israa’ : 23-24).

Dalam ayat ini dijelaskan bahwa kita memiliki kewajiban untuk menaati semua permintaan mereka. Termasuk jika orang tua kita menginginkan sesuatu yang memiliki nilai, misal orang tua kita berkeinginan memiliki sebuah sepatu, maka kita berusaha semampu kita untuk mewujudkan hal tersebut. Yang terpenting permintaan itu tidaklah melanggar syariat.

2. Didoakan

Hal ini pun sangat jelas dan gamblang Allah jelaskan dalam firmannya, “Dan ucapkanlah, ‘Wahai Tuhanku, kasihilah mereka berdua, sebagaimana mereka berdua telah mendidikku (di) waktu kecil.” (QS. Al-`Israa` [17]: 25)

Mendoakan orang tua seyogyanya kita lakukan setiap saat, minimal setelah selesai shalat.
Jika orang tua kita sudah meninggal, maka kita doakan beliau agar Allah berikan nikmat kubur dan melapangkannya. Karena doa anak saleh merupakan amal jariyah yang tiada terputus, sebagaimana sabda NabiNya,

”Apabila manusia meninggal dunia, maka terputus amalannya, kecuali tiga perkara: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim: 1631)

3. Diperlakukan dengan hormat

Sangat jelas, kita wajib menghormati orang tua, karena dari merekalah kita pertama kali mendapatkan perlindungan dan rezeki saat kita terlahir ke dunia ini.

Sungguh tidak akan terbeli dengan uang sebanyak apapun air susu ibu yang telah diberikannya kepada kita. Janganlah sampai kita membuat orang tua kita menangis, namun buatlah agar mereka menangis karena bahagia melihat akhlak kita.

4. Berbicara dengan lemah lembut

Hal ini sudah termaktub dalam surat Al-Israa yang kami kutip diatas, bahwa jangan sampai kita berlaku kurang ajar kepada orang tua kita dengan meninggikan bahasa kita -apalagi sampai membentak orang tua kita.
Pun ketika terjadi ketidaksesuaian pemikiran antara kita dengan orang tua, maka janganlah sampai kehilangan adab kepada mereka. Bertutur kata lah secara santun dengan keduanya.

5. Diberi Nafkah

Dalam sebuah hadits yang Rasulullah sampaikan,

أَنْتَ وَمَالُكَ لِوَالِدِكِ ، إِنَّ أَوْلاَدَكُمْ مَنْ أَطْيَبِ كَسْبِكُمْ ، فَكُلُوا مِنْ كَسْبِ أَوْلاَدِكُمْ

“Sesungguhnya kamu dan hartamu adalah milik orang tuamu. Dan anak-anakmu adalah bagian dari penghasilanmu yang baik, maka makanlah dari penghasilan anak-anakmu.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).

Oleh karenanya, jika orang tua kita sudah tidak berpenghasilan, maka kewajiban kita sebagai anak untuk menanggung kehidupannya, terlebih bagi anak laki-laki.

Lebih baik lagi jika kita merawat orang tua kita yang sudah renta, tinggal satu atap dengannya, sehingga kita bisa mengetahui kesehatannya waktu demi waktu.

6. Berlaku baik terhadap keluarganya

Hal ini pun sangat penting bagi kita yang memiliki kekerabatan dalam sebuah keluarga besar. Jikalau orang tua kita amat sayang kepada adiknya -yang merupakan paman atau bibi kita- maka kita wajib berbuat baik kepada mereka.

7. Meminta izinnya

Bahkan dalam urusan jihad pun, kita sebagai anak memiliki kewajiban untuk meminta izin kepada orang tua.
Dalam sebuah riwayat kedudukan orang tua lebih tinggi dari kedudukan jihad. Diriwayatkan ada seorang laki-laki yang meminta izin kepada Rasulullah untuk pergi berjihad.

Rasulullah menanyakan apakah ia masih memiliki orang tua, lalu laki laki itu menjawab iya. Kemudian Rasulullah bersabda, “Maka pada keduanya, hendaklah engkau berjihad (berbakti).” [HR. Al-Bukhari dan Muslim].

8. Memenuhi janji atau sumpah orang tua.

Seperti yang kita pahami bersama bahwa janji merupakan hutang, maka jika kita mengetahui orang tua kita memiliki janji atau hutang, kewajiban kita sebagai anak yaitu harus membantu dalam menyelesaikan janji tersebut. Apalagi jika orang tua kita sudah meninggal, maka kita sebagai anak wajib untuk menyelesaikannya dengan segera. Wallahu a’lam. []

Diolah dari: Ummi Online.
Redaktur: Nira Tania

loading...
loading...
Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun

Maaf Anda Sedang Offline