ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Gus Sholah: Pemuda NU Jangan Lupakan Kekejaman PKI pada Kiai dan Santri

Foto: Tribun
0 657

JAKARTA—Kepada pemuda NU, Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang KH. Shalahuddin Wahid, mengimbau agar tidak melupakan sejarah soal kekejaman komunis pada Kiai dan Santri sejak 1965 ke belakang.

“Anak-anak muda NU yang tidak merasakan suasana yang terjadi pada tahun 1965 ke belakang, jangan melupakan (kekejaman) ini. Kalau (warga Nahdliyin) yang mengalami gak mungkin lupa,” kata Gus Sholah saat mengisi acara ICMI ‘Sosialisasi Empat Pilar’ di MPR, seperti dikutip dari Republika, Sabtu (23/9/2017).

Adik kandung Gus Dur ini menyayangkan bila ada anak muda NU atau generasi muda NU yang memperdebatkan apa yang dilakukan PKI di masa lalu. Sebab menurut Gus Sholah PKI jelas bertanggung jawab atas penyiksaan dan penculikan para Kiai dan santri NU di Jawa Timur sejak peristiwa Madiun 1948.

PKI dan Komunisme, menurut Gus Sholah, menjadi momok sejarah bagi bangsa ini karena bahaya laten ideologis itu masih ada. Hal yang sama dengan pemberontakan DI/TII, dimana mereka ditumpas habis hingga 1960-an. Termasuk pemberontakan Permesta itu soal ketidakadilan ekonomi.

“Tapi ideologis itu DI/TII kan sudah tidak ada lagi, sedangkan Komunis ini banyak orang merasakan kemunculannya. Makanya muncul penolakan, walau ada yang menyebutnya ‘hantu’,” jelasnya.

Terkait upaya rekonsiliasi kedua belah pihak, menurut Gus Sholah rekonsiliasi ini sebenarnya sudah berjalan. Bahkan NU sejak dahulu juga telah melakukan rekonsiliasi. Namun yang jadi masalah ada pihak yang ingin mengangkat rekonsiliasi ini ke ranah hukum.

“Itu yang tidak mudah,” katanya.

Karena itu Gus Sholah berharap rekonsiliasi tetap berlanjut. Hak-hak mereka yang hilang dari kedua belah pihak baik dari PKI dan korban dari PKI harus diberikan. Kemudian semua pihak ia mengimbau saling menerima dan memaafkan atas noda sejarah ini. []

Comments
Loading...