islampos
Media islam generasi baru

Gubernur Jabar Pimpin Aksi Solidaritas untuk Muslim Rohingya

Foto: Google
0

BANDUNG- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan turun ke jalan memimpin long march sebagai bentuk dukungan untuk etnis Muslim Rohingya yang mengalami kezaliman di Myanmar. Aksi tersebut diikuti oleh ribuan massa yang tergabung dalam berbagai organisasi di Jabar.

Dalam aksi peduli Rohingya, Pemprov Jabar melakukan langkah konkret dengan membuka penggalangan dana sumbangan. Dalam sehari sumbangan yang sudah terkumpul mencapai Rp 1,2 miliar. Dana terkumpul dari berbagai masjid-masjid, SKPD, dan beberapa masyarakat. Penggalan dana tersebut akan dikumpulkan untuk nantinya diserahkan langsung ke Rohingya.

Aksi Jabar Peduli Rohingya ini berlangsung dengan tertib dan damai.

Mereka berjalan beriringan dari halaman Masjid Pusdai menuju halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (8/9/2017)kemarin seperti dikutip dari suara-islam. Gema takbir dan selawat dikumandangkan oleh peserta aksi selama aksi long march tersebut

Berbagai pesan perdamaian coba disuarakan dalam aksi bertajuk ‘Jabar Peduli Rohingya’ ini. Sejumlah spanduk dan poster dukungan untuk Rohingya diusung dengan tulisan di antaranya: ‘Save Rohingya’, ‘Lets Help Rohingya’, ‘Aksi Nyata Peduli Rohingya‘ dan lainnya.

Aher menyatakan bahwa aksi ini sebagai perwujudan tujuan bangsa Indonesia yang berperikemanusiaan dan perikeadilan. “Kita bersyukur sebagai bangsa selalu hadir dalam kepeloporan untuk urusan anti penjajahan, untuk urusan perdamaian. Semuanya mendukung perjuangan terhadap Rohingya, semuanya meminta menghentikan kekerasan terhadap Rohingya,” ujar Aher.

Menurutnya, sebagai salah satu negara Muslim terbesar di dunia, Indonesia memang sudah seharusnya hadir untuk etnis Rohingya agar terbebas dari segala penjajahan. Sebab itu sudah termaktub dalam konstitusi negara.

“Yang menjadi tujuan terpenting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam konstitusi bahwa bangsa dunia untuk bebas dari penjajahan. Ketika tujuan kita diagungkan, masih ada penjajahan di dunia maju makannya kita harus bertindak,” pungkasnya.[]

 

loading...
loading...