ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

GP Ansor ke Jokowi: Kami Resah dengan Kelompok Radikal

0

Advertisements

JAKARTA–Sejumlah Jajaran pengurus dan pimpinan wilayah Gerakan Pemuda Ansor dari seluruh Indonesia menemui Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jumat (11/1/2019).

Di antara topik yang disampaikan GP Ansor kepada presiden adalah adanya dugaan gerakan kelompok radikal yang menginduk pada salah satu pasangan calon presiden dan wapres.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas menyebutkan, mereka resah dengan adanya potensi aliran dukungan kelompok-kelompok radikal terhadap salah satu kontestan pilpres.

Baca Juga: Prabowo: Aksi Damai Reuni 212 Bukti Umat Islam Tidak Radikal

Yaqut menyebutkan, gerakan kelompok ini tersebar di sejumlah daerah di Indonesia terutama di Jawa Barat dan Riau. Di kedua wilayah tersebut, sebut Yaqut, gerakan kelompok radikal terkonsilidasi.

Related Posts
1 of 62

“Mereka bukan merusak pemilu, namun mereka menginduk pada salah satu kontestan pemilu untuk masukkan agenda-agenda mereka. Ya dirikan Negara Islam lah, Khilafah Islamiyah, atau minimal mereka dirikan NKRI bersyariat,” jelas Yaqut usai menemui Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jumat (11/1).

Baca jJuga: UAS Tanggapi soal Ulama yang Dituduh Radikal dan Kasus yang Menjerat Habib Bahar

Meski menyebut bahwa ada sikap kelompok radikal yang menginduk pada salah satu paslon capres-cawapres, namun Yaqut tak ingin menyebut siapa paslon yang dimaksud.

“Saya tak mau sebut itu namun faktanya ada. Bisa dirasakan lah, saya kira kawan-kawan wartawan juga tahu,” katanya.

Menurut Yaqut, gerakan radikal sudah tersebut juga sudah masuk di kalangan pejabat teras Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ia meminta Presiden Jokowi tegas menindak orang-orang, terutama ASN dan pejabat BUMN, yang diketahui terlibat dalam gerakan radikal. []

SUMBER: REPUBLIKA.CO.ID

Artikel Terkait :

Loading...

Maaf Anda Sedang Offline

Send this to a friend