ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Gagal Bahas Genosida Muslim Rohingya, PBB dan Uni Eropa Dikecam Kelompok Ham

0

JENEWA – Sebuah kelompok hak asasi berbasis Eropa mengecam komunitas global, khususnya PBB dan Uni Eropa, karena menghalangi penyelidikan independen atas kejahatan Myanmar terhadap Muslim Rohingya. Lembaga itu memperingatkan bahwa kelompok minoritas Muslim Rohingya yang teraniaya sangat menderita dan secara perlahan mengalami genosida.

Dalam sebuah wawancara hari Jumat (17/3/2017) dengan Anadolu Agency, Ketua Dewan Eropa Rohingya Hla Kyaw menyatakan ketidakpuasannya terhadap hasil sesi ke-34 Dewan HAM PBB yang dibuka di Jenewa pada 23 Februari dan akan ditutup pada 24 Maret. Ia mengatakan Uni Eropa, PBB dan beberapa negara lainnya gagal membahas persoalan genosida Myanmar terhadap Muslim Rohingya di acara tersebut.

“Masyarakat internasional sangat enggan untuk mendukung komite investigasi independen internasional untuk menyelidiki kejahatan Myanmar terhadap kemanusiaan,” kata Hla Kyaw.

“Ini adalah kejahatan terhadap orang Rohingya, kejahatan terhadap kemanusiaan dan merupakan genosida,” dia menggarisbawahi.

Kyaw lebih lanjut mengkritik PBB atas dukungannya terhadap komisi penyelidikan yang dibentuk oleh militer Myanmar untuk menyelidiki kejahatan yang dilakukan oleh militer.

Dia juga menuduh pemerintah Eropa mendukung otoritas Myanmar dan Penasihat Negara Aung San Suu Kyi demi hubungan ekonomi dan politik mereka.

“Mereka selalu memberi Myanmar ruang dan waktu,” kata Kyaw. “Sebagai organisasi Rohingya, kami hanya memberikan satu pertanyaan sederhana: ‘Berapa lama, berapa banyak lagi yang perlu kami harus menderita? Sampai kami dikeluarkan dari tanah Arakan? Berapa banyak waktu yang Anda butuhkan?'”

Aktivis itu lebih lanjut mengatakan masyarakat internasional diharapkan dengan bulat setuju untuk mengatur penyelidikan internasional independen guna menyelidiki kejahatan terhadap kemanusiaan di Myanmar.

Dia membuat pernyataan itu sehari setelah Komisi Penasehat Rakhine, yang dipimpin oleh mantan Sekjen PBB Kofi Annan, merilis sebuah draft laporan. Laporan itu menyoroti kebutuhan untuk memulai investigasi independen terkait tuduhan kekejaman yang dilakukan oleh pasukan militer Myanmar terhadap Muslim Rohingya. [fq/islampos]

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun
loading...
loading...