ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Fraksi PAN Proses Anggota DPD yang Diduga Persekusi Ustadz Abdul Somad

0

Advertisements

JAKARTA–Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) laporkan Arya Wedakarna yang bertugas di DPD Bali ke Badan Kehormatan Dewan (BKD), terkait dugaan persekusi yang dilakukannya terhadap Ustad Abdul Somad (UAS).

“Anggota DPD yang diduga memberikan informasi mengandung unsur memecah belah menganggu NKRI, untuk itu kami sampaikan untuk diberhentikan secara permanen,” kata Anggota DPR RI Fraksi PAN Komisi 11 Joni Erizal saat ditemui Islampos.com di Ruang Sidang Fraksi PAN DPR RI komplek parlemen Senayan Jakarta Pusat Kamis (14/12/2017).

Joni mengungkapkan, Ustad abdul somad merupakan aset bangsa, pengetahuannya sangat luas , cara pembawaannya cocok dengan keinginan masyarakat sekarang.

“Ia berani memberikan kebebasan pertanyaan yang diberikan jamaahnya dan dijawab dengan dalil-dalil yang memang kuat dan hal inilah yang diinginkan masyarakat,” terangnya.

Related Posts
1 of 12

Anggota Fraksi PAN Dapil Riau ini berharap ada ustad-ustad yang seperti Abdul Somad dan harus didukung. Ia juga mengingatkan, Indonesia bisa seperti sekarang ini dikarenakan peran ulama yang tidak kecil, namun sangat besar.

“Pengusiran ustad Abdul Somad di Bali merupakan peristiwa yang sangat kita sayangkan terutama rakyat Riau. Bahkan, sebagian rakyat Riau menyampaikan ke saya mengungkapkan keluh kesah mereka, dengan pernyataan apakah masyarakat Riau ini masih belum dianggap NKRI,” cetusnya.

Joni yang mengaku kenal dekat dengan UAS ini pun menuturkan, kehadiran ulama yang muncul seperti ustad Abdul Somad harusnya menjadi tongak ummat dakwah semakin mudah melalui media sosial. Dirinya sangat kecewa bahkan beberapa tokoh masyarakat di Riau dikatakannya, telah menyampaikan kekecewaanya melalui dewan adat Riau dan pengaduannya disampaikan ke polri. []

Reporter: Rhio

loading...
loading...

Sponsored

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun

Maaf Anda Sedang Offline