Fortify Rights: Tentara Myanmar Penggal Kepala dan Bakar Hidup-hidup Anak-Anak Rohingya

0

YANGON— Fortify Rights, kelompok pembela hak asasi manusia berbasis di Bangkok, Thailand, mempublikasikan temuan kekejaman tentara Myanmar terhadap Muslim Rohingya di Myanmar.

Fortify Rights mengungkapkan berdasarkan keterangan saksi dari desa Chut Pyin, Rathedaung, tentara Myanmar memenggal kepala anak-anak dan membakar hidup-hidup warga Rohingya.

Sekitar 200 pria, wanita, dan anak-anak Rohingya telah dibunuh oleh tentara Myanmar. Para tentara itu dilaporkan menahan sekelompok pria Rohingya, menggiring mereka ke sebuah gubuk bambu dan membakar mereka hidup-hidup.

“Saudara laki-laki saya dibunuh, (tentara Myanmar) membakar mereka bersama yang lainnya,” demikian lapor Fortify Rights mengutip Abdul Rahman (41), warga Chut Pyin, seperti dilansir The Telegraph, Sabtu (2/9/2017).

Abdul mengatakan bahwa dirinya menemukan anggota keluarganya yang lain dalam sebuah lahan. Di jasad anggota keluarganya yang tewas itu ditemukan tanda bekas tembakan dan sayatan benda tajam.

“Dua keponakan saya, kepalanya telah hilang. Satu berusia enam tahun dan satunya berusia sembilan tahun. Adik ipar saya ditembak,” kata Abdul.

Laporan Fortify Rights ini dirilis sepekan setelah pada 25 Agustus, dimana terjadi insiden di pos keamanan Myanmar. Pada Jumat, Pemerintah Myanmar menyatakan, 400 orang tewas pada aksi kekerasan 25 Agustus tersebut.

Di sisi lain, korban terus berjatuhan karena pihak militer dan pemerintah Myanmar mengklaim kesulitan untuk membedakan antara masyarakat sipil dan kelompok ARSA saat melakukan operasi militer di utara Rakhine. []

loading...
loading...
Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun

Maaf Anda Sedang Offline