ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Fahmi Salim Tolak Putusann MK tentang Kolom Penghayatan Kepercayaan di KTP

0

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi Dakwah MUI, Ustaz Fahmi Salim menolak Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal penghayat aliran kepercayaan masuk dalam Undang-Undang Administrasi Kependudukan dan dicantumkan dalam kolom kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

“Tentang kolom agama diisi dengan aliran kepercayaan kita menolak keras, tidak setuju sebab agama tersendiri, ya aliran kepercayaan sendiri,” ujar Fahmi seperti dikutip dari Republika, Ahad (19/11).

Menurutnya, kelompok penghayat kepercayaan itu juga bukan merupakan agama yang terorganisir berdasarkan sumber kitab suci. Maka, hal itu tak bisa dibiarkan dan harus ada perbaikan.

“Jadi ini tidak boleh dibiarkan, putusan MK walaupun dia final dan mengikat tetapi tetap harus ada catatan. Seperti dulu MK mengeluarkan keputusan tentang anak yang lahir di luar pernikahan. Itu kan juga ditentang oleh MUI dan ada perbaikan,” ucapnya.

catatan penting lainnya, menurut Fahmi yaitu tentang tafsiran terhadap Pasal 29 ayat 2 UUD 1945, yang isinya negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

“Coba lihat tafsir Pasal 29 itu dulu. Nah ini harus didudukkan. Harus dimintai pendapat ahli hukum tata negara dan undang-undang,” katanya.

Selama ini aliran kepercayaan di Indonesia sudah masuk dalam Dirjen Kebudayaan Kemendikbud. Karena itu, menurut Fahmi, seharusnya kepercayaan tersebut cukup dijadikan sebagai bagian dari kebudayaan itu saja.

“Kalau masuk Kemenag nanti bagaimana mengurus pernikahannya, mengurus rumah ibadahnya, kemudian pengkuburannya, apakah negara akan membuat aturan-aturan baru lagi. Jadi ini saya kira harus dipertimbangkan secara matang. Jangan sampai kontraproduktif terhadap pembangunan bangsa kita,” jelasnya.[]

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun
loading...
loading...