ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Erdogan: Turki Tidak Berniat Tinggalkan Qatar

Foto: Google
0

ANKARA– Arab Saudi kembali mengajukan daftar 13 tuntutan kepada Qatar sebagai syarat diakhirinya blokade negara-negara Teluk terhadap negara tersebut. Hampir semua tuntutan Arab Saudi kepada Qatar itu masih sama dengan 10 tuntutan pada beberapa pekan sebelumnya yang sudah ditolak, dengan menambahkan beberapa poin yang sangat spesifik. Salah satu poin pentingnya adalah permintaan/tuntutan kepada Qatar untuk mengeluarkan Turki dari sebuah pangkalan militer di Semenanjung Qatar.

Qatar tidak mungkin menerima atau memenuhi berbagai tuntutan yang oleh Doha dianggap sebagai sesuatu yang tidak masuk akal.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Minggu  (25/06/2017) mulai memberikan respon secara langsung dan menolak tuntutan-tuntutan tersebut. Erdogan mengatakan bahwa tuntutan yang diajukan telah melanggar kedaulatan negara Qatar, dan bahwa Turki tidak berniat meninggalkan pangkalan militer di negara itu.

Sejumlah pihak menilai Turki memiliki kedekatan ideologis dengan Qatar, dan Turki telah memberikan bantuan & dukungan kepada Qatar selama blokade berlangsung. Demikian juga, pengerahan pasukan Turki ke Qatar selama masa blokade bertujuan untuk mendukung Doha, di saat beberapa negara tetangga Qatar lainnya memutuskan hubungan.

Tidak ada satu negara pun yang mempermasalahkan kehadiran pasukan Turki di Qatar. Namun, belakangan terutama Mesir dengan keras mengecam Turki atas dukungannya kepada Qatar, dan menyerukan dilakukannya blokade yang sama terhadap Turki.

Turki kuat secara ekonomi untuk diblokade, maka upaya untuk mempengaruhi Qatar supaya mau mengusir Turki, dengan memasukkannya ke dalam 13 poin tuntutan bisa dilihat sebagai bentuk dendam el-Sisi terhadap Erdogan.

Memasukkan syarat atau tuntutan beraroma anti-Turki secara potensial memang berisiko, karena Erdogan dengan tegas tidak mau menarik pasukannya dari pangkalan militer di Qatar. Dan, AS mungkin juga tidak bisa memenuhi tuntutan itu jika menyertakan pengusiran sebuah negara anggota NATO dari pangkalan militer dari suatu negara dimana AS juga menempatkan pasukan di sana.[]

loading...
loading...