ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Erdogan: 200 Tahun Konflik Sistem Administrasi Akhirnya Bisa Diselesaikan

0

ANKARA–Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan referendum untuk sistem presidensial telah menyelesaikan konflik berusia 200-tahun dalam administrasi Turki dengan hasil mendukung sistem presidensial.

“Ini adalah tanda utama bahwa bangsa kita melindungi masa depan,” kata Erdogan dalam pidato pasca-referendum di Istana Huber Istanbul.

“Keputusan mendukung Ya bukanlah hal yang biasa. Hari ini adalah hari ketika perubahan, keputusan untuk beralih ke sistem administrasi yang benar-benar serius dibuat,” tegas Erdogan.

Erdogan mengatakan 25 juta orang mendukung “Ya” merupakan suara kemenangan bagi rakyat Turki, lapor Anadolu Agency.

“Saya ingin berterima kasih kepada semua warga Turki, terlepas dari bagaimana mereka yang bersedia pergi ke TPS untuk melindungi kehendak nasional mereka.”

Erdogan mengatakan Turki memiliki kekuatan untuk mengatasi segala macam masalah, kesulitan dan krisis termasuk menggagalkan kudeta Juli tahun lalu.

Erdogan mengatakan Turki mengubah sistem pemerintahan melalui sarana sipil untuk pertama kalinya dalam sejarah republik Turki.

“Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Turki telah memutuskan sebuah perubahan penting dengan kehendak majelis dan rakyat secara nasional,” kata Erdogan.

“Di masa lalu, konstitusi dan sistem pemerintahan kita dibentuk oleh konstitusi yang telah diputuskan baik dalam kondisi luar biasa seperti perang kemerdekaan atau pada saat kudeta. Untuk pertama kalinya dalam sejarah republik, Turki mengubah sistem pemerintahan melalui cara-cara sipil.”

Erdogan menggarisbawahi bahwa sistem presidensial baru memisahkan badan eksekutif, legislatif dan yudikatif.

Erdogan mengatakan referendum 16 April merupakan kemenangan bagi semua pendukung ‘Ya’ dan pendukung ‘Tidak’.[fq/islampos]

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun
loading...
loading...