Enam Wartawan Diadili karena Liput Aksi Protes Pelantikan Trump

0 172

WASHINGTON – Seorang wartawan freelance, seorang wartawan foto, seorang produser film dokumenter di antara sekelompok wartawan yang menghadapi hukuman penjara dan denda besar setelah meliput aksi protes terhadap presiden baru AS, Donald Trump.

Para wartawan itu menghadapi hukuman 10 tahun penjara dan denda sebesar $ 25.000 (hampir £ 20.000) jika terbukti bersalah.

Kelompok ini dikatakan termasuk Evan Engel, seorang produser senior di Vocativ dan Alex Rubinstein yang bekerja sebagai reporter RT America, wartawan independen Matt Hoppard yang membuat live-streaming aksi protes, aktivis dan wartawan foto Shay Horse, aktivis dan wartawan Aaron Cantú dan produser Jack Keller menurut The Guardiant.

Enam wartawan, di antara 230 orang yang ditangkap selama pelantikan Trump telah didakwa di pengadilan dan kini sudah dibebaskan untuk menunggu sidang selanjutnya.

Michelle Stanistreet, sekretaris jenderal Persatuan Wartawan Nasional (NUJ), mengatakan: “Jurnalisme bukan merupakan tindak pidana. Wartawan, termasuk anggota NUJ, berada pada hari pelantikan untuk melakukan pekerjaan mereka – mendokumentasikan berbagai-macam acara termasuk aksi protes terkait dengan pelantikan.

‘Menangkap wartawan adalah langkah mengganggu di awal pemerintahan Trump yang sudah mengundang kontroversi, dan kami menghimbau pemerintah untuk segera membatalkan tuntutan kepada para wartawan itu.”

Komite Perlindungan Wartawan (CPJ) mengatakan bahwa tuntutan terhadap wartawan ini harus dibatalkan.

Kordinator program senior CPJ, Carlos Lauira, mengatakan bahwa tuntutan ini tidak pantas karena bisa mengindikasikan kesan buruk bagi wartawan yang ingin meliput kerusuhan protes di masa mendatang.

“Kami meminta pihak berwenang Washington untuk mencabut tuduhan tersebut,” tutur Lauira.[fq/islampos]

loading...
loading...