ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Edisi Membela Jomblo

Foto: My Laboratorium
0

Oleh: Mustofa Maulana

BERHUBUNG setiap malem minggu dimana marak terjadi aksi aksi pembullyan terhadap jomblo. Maka saya sebagai pria tampan yang sudah menikah akan memberikan pembelaan. Spesial malam ini saja. Tapi kalau ada yang perlu advokasi professional bertarif saya juga bisa bantu.

Begini, bagi teman teman semua yang belum menikah tak perlu khawatir apalagi menjadi terburu buru lalu galau karena bullyan orang tak bertanggung jawab.

Allah sudah menakdirkan kita semua bertemu jodoh tepat pada waktunya. Saya yakin diantara teman-teman yang membaca ini punya banyak amanah baik amanah dakwah maupun amanah menanggung beban keluarga.

Setelah menikah 7 bulan yang lalu pada usia 28 tahun. Hampir bertepatan dengan peringatan ditabraknya menara WTC, usia saya bisa dikatakan terlambat.

Terlambatnya menikah lebih karena faktor tanggungan keluarga dan beban dakwah, percayalah kalau kita dakwah betulan bukan sekadar di medsos akan keluar biaya yang besar. Jangan sekali kali anda bilang saya ga laku, malah laku banget karena saya ganteng tinggi plus humoris.

Bagi teman-teman yang belum menikah karena beban biaya dakwah maupun menanggung beban orangtua saya sarankan maju terus. Ga usah pedulikan para pembully yang bilang nikah murah, coba liat pernikahan para pembully, biasanya dimodali orangtua. Pernikahannya juga ga sejuta dua juta.

Teruslah menabung tetaplah berikhtiar, tapi tak usah hiraukan para pembully itu. Karena yang bertanggungjawab adalah kita. Beberapa kenalan saya ada yang belum siap menikah akhirnya berhutang sana sini. Dalam kasus yang terparah ada yang menjadi informan intelejen demi menafkahi anak istri.

Para pemuda atau pemudi yang mau keluar tenaga dan harta untuk menanggung urusan penegakan agama ini adalah orang-orang yang “Mahal”. Sudah jarang orang seperti kalian ini. Allah pasti menolong kita tepat pada waktunya, jangan terpengaruh anak-anak keluarga kaya yang tidak bertanggungjawab. Mereka tidak tahu rasanya menghidupi orangtua.

Bagi para bapak-bapak tukang bully. Saya sarankan berhenti melakukan janji fatamorgana kepada para jomblo. Saya tahu diantara bapak-bapak pembully banyak yang mau nikah lagi, lebih baik Anda modali jomblo aktivis dakwah untuk menikah daripada membully, siapa tahu Allah memudahkan proses taadud anda.

Sebagai Suami yang baik, jujurlah pada istri pertama kalau mau menikah lagi. Saya sudah melakukan itu dan istri saya membolehkan saja tuh. Tujuan kita jujur kepada istri bukan supaya istri terharu, tapi supaya Allah senang ke kita. Kalau Allah sudah senang ke kita beres semua urusan.

Terakhir, stop bully jomblo. Kalau Anda berniat baik, modali mereka untuk menikah! []

*Penulis adalah Pria Tampan Yang Meresahkan

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun
loading...
loading...