islampos
Media islam generasi baru

Dubes Cina Bahagia Ikut Santunan Anak Yatim dan Buka Puasa Bersama Umat Islam

Foto: Detik
0

JAKARTA–Duta Besar Republik Rakyat China untuk Indonesia Xie Feng ikut berbuka puasa bersama PBNU di Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Xie Feng mengaku bahagia bisa buka puasa bersama umat muslim di ponpes.

“Kami berharap bisa menyampaikan kepedulian dan persahabatan dari pemerintah dan rakyat Tiongkok kepada saudara-saudari muslim di Indonesia. Pada bulan Ramadan tahun kemarin, saya dan Pak Kiai (Said Aqil Siraj) pernah buka puasa dengan teman-teman sekalian di pesantren ini. Satu tahun telah berlewat, saya merasa sangat bahagia kita berkumpul kembali,” kata Xie Feng dalam sambutan di Ponpes Luhur Al-Tsaqafah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (2/6/2017).

Xie Feng menceritakan pengalamannya berbuka puasa bersama umat muslim selama 3 tahun berada di Indonesia. Namun bulan Ramadan tahun ini menjadi yang terakhir berbuka puasa bersama karena masa jabatannya berakhir.

“Seminggu lagi, saya akan mengakhiri jabatan saya dan pulang ke tanah air. Acara hari ini merupakan salah satu acara paling penting sebelum saya meninggalkan Indonesia. Saya akan meninggalkan Indonesia dengan kenangan indah kerja dan kehidupan saya selama tiga tahun terakhir ini, termasuk momen-momen yang menyenangkan antara saya dan saudara-saudari sekalian, saya akan kembali dengan membawa persahabatan yang luar biasa dari rakyat Indonesia,” ujar Xie Feng yang duduk bersama Ketum PBNU KH Said Aqil Siraj.

Xie Feng juga menceritakan kunjungan Presiden Jokowi ke China yang sempat singgah di Masjid Niujie untuk shalat tahiyatul. Presiden Jokowi menurutnya mengaku bangga dengan jumlah umat muslim di Tiongkok sekitar 23 juta orang.

“Pada saat ini, sama dengan teman-teman sekalian, 23 juta muslim di Tiongkok sedang menjalankan Ramadan dalam suasana tenang damai, dan melakukan pelayanan dan pembaktian kepada masyarakat. Telah tercantum dalam Undang-Undang Dasar Tiongkok bahwa warga negara Tiongkok mempunyai kebebasan beragama, negara melindungi kegiatan agama normal sama seperti di Indonesia,” ujar dia. []

Sumber: Detik

loading...
loading...