ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Dubes AS: DK PBB Harus Tegas Hentikan Penggunaan Senjata Kimia

0

NEW YORK—Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley pada Jumat menegur Dewan Keamanan PBB (DK-PBB) untuk memenuhi tanggung jawab mereka dan menghentikan penggunaan senjata kimia.

Haley berkata, bila DK-PBB tak segera bertindak, aturan yang akan dibuat untuk Joint Investigative Mechanism (JIM) bisa gagal.

“Kita bisa lihat, mereka menggunakan sejata kimia untuk menyerang masyarakat sipil di Suriah lagi. Kecuali DK-PBB mengambil langkah untuk segera memperbarui mandat untuk JIM, tidak akan ada alat yang independen dan imparsial untuk memutuskan siapa yang paling bertanggung jawab atas serangan mengerikan ini,” ujar dia.

Usaha AS untuk memperpanjang mandat JIM akan berlanjut, kata Haley. “Negara anggota DK-PBB harus mengesampingkan permainan politik dan memenuhi kewajiban mereka melindungi dunia dari penggunaan senjata kimia.”

Investigasi yang dilakukan oleh PBB bersama dengan Organization for the Prohibition of Chemical Weapons, atau lebih dikenal dengan nama JIM, dibuat oleh DK-PBB pada Agustus 2015 setelah adanya laporan serangan dengan senjata kimia di Suriah.

AS kini meminta perpanjangan 2 tahun untuk mandat JIM yang habis masa berlaku pada 17 November nanti.

Penyelidikan sejauh ini melibatkan investigasi lengkap yang menunjuk rezim Bashar al-Assad menggunakan gas sarin di Khan Sheikhun pada April silam.

Serangan dengan senjata kimia yang ditujukan pada masyarakat sipil dan pejuang oposisi terus berlanjut sejak serangan pada Agustus 2013 menewaskan lebih dari 1.400 orang di Ghouta Timur, dekat Damaskus.

The Syrian Netwiork for Human Rights mengaku telah mendokumentasi setidaknya 174 serangan dengan senjata kimia sejak September 2013, di waktu yang bersamaan dengan ketika DK-PBB membuat resolusi untuk membongkar gudang senjata milik Suriah, Seperti dilansir dari AnadoluAgency.[]

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun
loading...
loading...