ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Dua Ayat-Mu yang Membuatku Tersadar

0

Oleh: Eugidia Mayang Ghiffari
Mahasiswi, Penulis tinggal di Tangerang

DUNIA seakan tidak ada habisnya dengan cerita yang baru, dengan masalah yang baru. Masalah satu belum kelar, sudah muncul masalah selanjutnya.

Pernahkah tersadar dalam diri kita bahwa suatu saat dunia akan merasa lelah dengan semua yang ditanggungnya. Termasuk bencana alam yang kerap terjadi di negeri ini.

Sudah tersadarkah kita, atas dosa yang telah menumpuk?

BACA JUGA: Benarkah Kiamat Sudah Dekat? Ini 10 Cirinya

Sadarkah atas maksiat yang tak pernah ada habisnya?

Pernahkah terpikir Allah marah dan meluluhlantahkan semuanya?

Lalu kita ga mau berubah?

Seorang muslim bernaung dalam ajaran Islam, dimana ada syariat, ada aturan dalam berkehidupan. Semua ini sudah diatur untuk kita juga, demi keselamatan kita.

Sedikit berbagi kisah, Allah menunjukkan dua ayatnya pada saya. Saat itu saya sedang berdoa meminta pada Allah agar Allah memberikan petunjuk tentang apa yang perlu dibenahi lagi.

“Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhan-Mu menghendaki yang lain. Sungguh, Tuhan-Mu maha pelaksana terhadap apa yang dia kehendaki.” (Q.S Hud (11):107).

Karena saya tidak paham dengan maksud ayat tersebut, saya baca dari ayat 102, di mana berbunyi, “Dan begitulah siksa Tuhan-Mu, apabila Dia menyiksa (penduduk) negeri-negeri yang berbuat zalim. Sungguh, siksanya sangat pedih, sangat berat.”

Keesokan malamnya saya kembali meminta petunjuk kepada Allah, Allah tunjukkan ayatnya yang berbunyi, “Dan Kami jadikan mereka para pemimpin yang mengajak (manusia) ke Neraka, dan pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong.” (QS. Al-Qashas (28):41).

BACA JUGA: Adakah Makhluk Allah yang Tahu Tanda-tanda Kiamat Besar?

Dua ayat tersebut membuat saya langsung terbayang dengan dosa-dosa. Dan negeri ini dengan segudang masalahnya. Mungkin suatu saat dunia lelah dan Allah marah dengan maksiat yang tersebar di mana-mana, seperti tidak ada rasa takut lagi terhadap Allah.

Sebelum napas telah sampai di tenggorokan, Allah terima orang-orang yang mau bertaubat. Allah ampuni dosa-dosanya. Semoga Allah selalu beri hidayah pada kita semua agar kita terus berbenah diri sebelum bertemu illahi. []

Loading...

Kirim RENUNGAN Anda lewat imel ke: redaksi@islampos.com, paling banyak dua (2) halaman MS Word. Sertakan biodata singkat dan foto diri. Isi dari OPINI di luar tanggung jawab redaksi Islampos.

Artikel Terkait :

loading...
loading...

Sponsored

Comments
Loading...

Maaf Anda Sedang Offline

Send this to a friend