islampos
Media islam generasi baru

Direktur IHH Turki: Israel Boleh Kuat, Namun Palestina akan Tetap Menang

Foto: PIC
0

PALESTINA—Turki dikabarkan siap untuk terus mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk mencapai kemerdekaan. Pernyataan ini disampikan Direktur Kantor Bantuan Turki IHH di Gaza, Muhammad Kaya. Dia menegaskan bahwa darah para syuhada kapal Mavi Marmara tidak akan tumpah sia-sia.

Kaya menegaskan hal tersebut dalam upacara peringatan tujuh tahun serangan tentara Israel terhadap kapal bantuan kemanusiaan Turki, Mavi Marmara.

“Bisa jadi Israel nampak kuat, namun saya yakin bahwa Allah bersama kaum muslimin dan kemenangan pasti mereka dapatkan. Situasi Gaza kian buruk. Ini adalah tugas seluruh kaum Muslim untuk bergerak menyelamatkannya,” ungkap Kaya.

Sementara itu Wakil Departemen Luar Negeri di Gaza, Gazi Hamad, menegaskan bahwa peringatan penyerangan Mavi Marmara menegaskan bahwa isu Palestina akan tetap ada di hati putra-putri umat Islam dan orang-orang merdeka di dunia.

Hamad menjelaskan bahwa Mavi Marmara telah memberi contoh pengorbanan para peserta sampai mereka mengorbankan nyawanya. Ini bukti bahwa di sana ada orang yang mendukung kita dan berdiri bersama kita.

Tanggal 31 Mei bertepatan dengan peringatan tujuh tahun serangan Israel terhadap armada kebebasan “Freedom Flotilla,” di dalamnya adalah kapal Mavi Marmara. Konvoi Freedom Flotilla ini bertujuan untuk menghancurkan blokade yang diberlakukan terhadap Jalur Gaza sejak tahun 2006.

Konvoi Freedom Flotilla berangkat pada bulan Mei 2010 bersama kapal Mavi Marmara yang di atasnya ada 750 aktivis dari 37 negara. Mereka membawa bantuan kemanusiaan. Selain Mavi Marmara ada lima kapal lain.

Armada ini tidak berhasil sampai ke pelabulan Jalur Gaza lantaran Pasukan komando Angkatan Laut Israel membajak kapal-kapal tersebut dan mengakibatkan 10 aktivis sipil asal Turki gugur. Sementara itu lebih 56 lainnya terluka.

Sementara itu para aktivis yang berada di atas kapal langsung ditangkap dengan alasan masuk ke negara Israel tanpa izin resmi. Para aktivis tersebut baru dibebaskan dua hari kemudian setelah memicu kemarahan internasional. []

loading...
loading...